Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat

Tolak Angin Kuasai Pasar 72%, Sido Muncul Yakini Pertumbuhan Kinerja Makin Sehat

UNGARAN[NuansaJateng] – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk optimistis dapat mencetak tren kinerja positif hingga akhir tahun dengan terus berupaya mengejar perbaikan kinerja, meski dibayangi oleh perlambatan ekonomi global dan konflik geopolitik.

Langkah itu akan semakin mempertegas posisinya sebagai pemimpin industri herbal nasional. Bahkan produk andalannya, Tolak Angin, saat ini masih mampu menguasai sekitar 72% market share pasar herbal Indonesia.

Tidak mengherankan jika Sido Muncul bertindak sebagai market leader dalam kategori obat herbal dan suplemen, dengan portofolio produk yang kuat.

Dominasi pasar tersebut sejalan dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan tren positif secara bertahap tahun ini. Penjualan produk herbal tetap tumbuh kuat dan perusahaan yakin mampu membukukan laba sekitar lebih Rp1,2 triliun hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan keberhasilan mempertahankan pertumbuhan pasar bukan diraih secara instan. Namun konsistensi menjaga kualitas produk, memahami kebutuhan konsumen, serta keberanian menghadirkan inovasi menjadi kunci utama pertumbuhan perusahaan selama ini.

“Saya tahu market itu seperti apa dan saya tahu apa yang saya lakukan sebagai CEO Sido Muncul,” ujar Irwan seusai memberikan bantuan operasi katarak gratis secara simbolis melalui virtual senilai Rp150 juta bagi masyarakat tidak mampu di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (8/5).

Irwan yang sudah bekerja 59 tahun mengembangkan Sido Muncul menegaskan, kekuatan Sido Muncul terletak pada produk yang telah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun dan didukung riset serta uji klinis. Hal itu membuat perusahaan tetap percaya diri menghadapi dinamika pasar maupun ekonomi global dan konflik geopolitik.

Menurutnya, penurunan penjualan biasanya terjadi karena faktor tertentu, seperti sentimen negatif, kondisi pasar yang melemah, atau kompetitor yang sedang naik daun.

“Kalau tidak ada berita negatif dan ekonomi tetap berjalan baik, demand biasanya tetap kuat, bahkan demand produk Sido Muncul justru semakin menguat,” tutur Irwan.

Produk Tolak Angin hingga kini masih menjadi tulang punggung penjualan perusahaan. Tingginya loyalitas konsumen membuat produk tersebut tetap mendominasi pasar herbal nasional dan menjadi salah satu merek dengan penjualan paling kuat di pasar domestik.

Irwan meyakini pasar akan selalu memberikan respons positif terhadap kualitas produk yang benar-benar dipercaya masyarakat.

“Kalau prosesnya benar, hasil tidak akan membohongi, Kami terus bekerja dan tidak akan berhenti melakukan berbagai inovasi sebagai kunci keberhasilan Sido Muncul,” ujarnya.

Selain mempertahankan dominasi pasar domestik, Sido Muncul juga terus memperluas pasar ekspor ke China, India hingga Saudi Arabia dan negara- negara lain. Ekspor ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Adapun untuk saat ini, Sido Muncul telah menjangkau sekitar 30 negara melalui berbagai produk perseroan. Negara-negara tersebut tersebar dari Asia hingga Afrika. Di Malaysia, Sido Muncul berfokus pada ekspor Kuku Bima dan Tolak Angin. Malaysia menyumbang sebesar 4% dari total penjualan ekspor Sido Muncul.

Irwan mengatakan sejumlah agenda strategis juga tengah disiapkan, di antaranya peningkatan transparansi perusahaan, efisiensi pengadaan melalui sistem monitoring dan inventory adjustment, ekspansi pasar ekspor hingga pembangunan kantor marketing di Filipina, Nigeria, China, India, hingga Saudi Arabia.

“Perusahaan menilai peluang produk herbal Indonesia di pasar internasional masih sangat besar, terutama untuk produk kesehatan berbasis bahan alami,” tutur Irwan.

Tak hanya itu, Sido Muncul juga tengah menyiapkan inovasi baru yang rencananya akan diperkenalkan pada Agustus mendatang. Meski belum mengungkap detail jenis produknya, Namun Irwan memastikan inovasi tersebut telah dipersiapkan secara matang dan diyakini memiliki potensi pasar yang kuat.

“Kalau saya membuat sesuatu, saya harus yakin produk itu pasti bakal laku dan digemari masyarakat konsumen,” ujarnya.

Dengan sejumlah strategi tersebut, perseroan meyakini pertumbuhan kinerja yang lebih sehat serta dapat menjaga pangsa pasar produk andalan perseroan, Tolak Angin, yang mencapai sebesar 72%.

Kekuatan Sido Muncul juga tercermin jelas di akar rumput. Bintoro, salah satu pedagang grosir di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, mengakui produk-produk dari pabrikan yang berbasis di Bergas, Kabupaten Semarang ini tetap menjadi primadona yang paling dicari masyarakat konsumen.

“Permintaannya masih sangat bagus dan penjualannya stabil. Konsumen sudah memiliki kepercayaan tinggi pada produk Tolak Angin ini,” tutur Bintoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *