Sido Muncul Beri Apresiasi Satpam Wujudkan Nazar Lari 140 KM
SEMARANG[NuansaJateng] – Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengapresiasi Satpam karyawanya Andrias Apriyadi (48) hanya dengan bermodal Rp450.000 di saku nekat lari sejauh 140 kilometer dari Ungaran, Kabupaten Semarang menuju Jepara.
Sebagai bentuk penghargaan, Irwan memberikan uang tunai Rp10 juta dan 5 ekor kambing untuk diternakkan sebagai sampingan pekerjaan.
Bukan tanpa alasan, pemberian kambing ini terinspirasi dari pengalaman masa kecil Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi yang pernah beternak kambing, serta kebiasaannya memberi kambing kepada orang-orang yang menginspirasi.
“Kalau kambing itu dipelihara dengan baik, bisa berkembang jadi puluhan. Saya juga pernah membantu orang lain dengan cara yang sama. Ini bentuk apresiasi saya yang kedua dengan memberi kambing,” ujar Irwan, seusai merayakan Hari Jamu Nasional di Agrowisata Pabrik Sido Muncul Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (3/6).
Cerita heroik Andreas ini sampai juga ke telinga Irwan melalui pesan video yang dikirimkan oleh temannya.
“Saya kaget waktu tahu ada Satpam kami lari sejauh itu. Saya tidak kenal sebelumnya, tapi saya merasa perlu memberikan apresiasi kepada karyawan saya,” tutur Irwan.
Bagi Andreas Apriyadi Satpam Sido Muncul itu, hadiah yang diterimanya itu adalah berkah tak terduga. Dia tak menyangka larinya yang sederhana dari Ungaran ke Jepara mendapat perhatian sedemikian besar.
“Saya terima kasih sekali kepada Pak Irwan dan Sido Muncul. Sudah 15 tahun saya kerja di Sido Muncul dan saya merasa sangat terbantu. Mulai dari asuransi untuk anak saya, hingga sekarang diberi apresiasi begini,” ujarnya penuh haru.
Lebih dari sekadar kisah seorang ayah dan anak, cerita ini adalah potret tentang kesetiaan, kerja keras, dan syukur yang tak dibuat-buat.
Di balik seragam Satpam yang sederhana, ternyata tersimpan jiwa besar yang berlari jauh untuk merayakan sebuah kemenangan yakni keberhasilan seorang anak, dan ketulusan seorang ayah.
“Saya hanya ingin menunjukkan bahwa cinta seorang ayah tidak selalu diukur dari materi. Tapi dari seberapa jauh dia mau berlari demi bahagia anaknya,” tutur Andreas.
Kisah luar biasa ini datang dari Andrias, seorang Satpam PT Sido Muncul. Dengan hanya bermodal Rp 450.000 di saku, nekat lari sejauh 140 kilometer dari Ungaran, Kabupaten Semarang menuju Jepara.

Perjalanan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi menunaikan nazar atas keberhasilan anak sulungnya yang lolos menjadi anggota TNI Angkatan Laut tanpa biaya sepeser pun.
Andrias memulai petualangannya pada Jumat (30/5) sekitar pukul 15.00 WIB dari kawasan pabrik Sido Muncul Ungaran. Tujuannya pulang kerumahnya di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.
Dalam petualangan itu, Andrias terlihat bugar dan memancarkan kebahagiaan, meskipun baru saja menyelesaikan perjalanan fisik yang sangat menantang.
Dengan modal yang minim, Andrias hanya membawa beberapa pakaian ganti dan obat pereda kram sebagai bekal utama. Dia menunjukkan tekad dan semangat jauh lebih berharga daripada materi.
Menurutnya, petualangan ini untuk mewujudkan nazar yang diucapkan demi putranya, Galang Amekal (21), yang akhirnya berhasil lolos seleksi TNI Angkatan Laut pada akhir April 2025.
Perjalanan Galang menuju cita-citanya tidak mudah. Dia telah mendaftar lima kali dan empat di antaranya gagal di tahap psikotes. Selama itu, Andrias selalu mendampingi, menggembleng fisik dan mental sang anak.
Kebanggaan Andrias semakin memuncak karena kelulusan putranya diraih secara murni, tanpa ada ‘sogokan’ atau biaya di luar prosedur.
”Anak saya empat kali gagal, lalu bangkit yang kelima akhirnya lolos. Tanpa biaya (nyogok) sama sekali,” ujar Andrias.
Atas keberhasilan ini, Andrias tak henti berterima kasih kepada keluarga besar TNI AL yang telah menerima anaknya berdasarkan kualitas terbaik.
”Dulu saya memang (bernazar), kalau anak saya lolos, saya ingin berbahagia. Dengan saya mau lari dari Ungaran ke rumah saya di Ujungwatu, Jepara,” kenang Andrias, mengakhiri kisah nazarnya yang penuh dedikasi.
