Pemprov Jateng-NTU Singapura Jajaki Kerjasama Peningkatan Kapasitas ASN

SEMARANG[NuansaJateg] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan dari Senior Advisor Nanyang Technological University (NTU) Singapore, Mohamad Maliki bin Osman di Semarang, Jumat (8/5).

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama untuk peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan peluang beasiswa S2 bagi masyarakat Jawa Tengah.

Mohammad Maliki bin Osman mengatakan, NTU memiliki program beasiswa S2 atau Master Degree yang dijalankan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan kuota sebanyak 200 orang per tahun.

Pembiayaan dari program beasiswa tersebut melalui skema joint funding antara LPDP dan NTU. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui LPDP atau langsung mengajukan ke NTU.

“Kami sudah berjumpa dengan Gubernur untuk ikut menggalakkan dan melihat apakah ada masyarakat atau pegawai di kantor gubernur yang bisa dihantar ke Singapura untuk menuntut ilmu S2. Bidang apapun juga, teknik, komunikasi, dan sebagainya bisa,” ujarnya usai bertemu Luthfi.

Selain itu, Maliki juga menyampaikan terkait Singapore Coorporation Program (SCP). Program tersebut memfasilitasi apabila ada pegawai Pemprov Jateng yang mau mengikuti kursus pendek tentang berbagai bidang yang mendukung pembangunan di Jawa Tengah.

Biaya SCP akan difasilitasi oleh pemerintah Singapura, Pemprov Jateng hanya menanggung biaya perjalanan ke Singapura. Kuotanya juga tergantung dengan keinginan dan kebutuhan dari Pemprov Jateng.

“Boleh mengikuti kursus misalnya water management, waste management, Artificial intelligence (AI), dan sebagainya. Semua disediakan dan boleh dimanfaatkan oleh pegawai kantor provinsi,” tuturnya didampingi Director of Global Alliance of Industries, Police Liaison Officer Nanyang Technological University Singapore Lydia Helena Wong.

NTU merupakan universitas peringkat 12 dunia. Di Indonesia sejumlah perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan NTU. Berdasarkan data, mahasiswa dari Indonesia yang belajar di NTU cukup banyak, baik S1 maupun S2.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik tawaran kerja sama dari NTU. Dia juga langsung memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng untuk memetakan pegawainya yang mau belajar S2 maupun kursus singkat. Tidak hanya itu, dia juga mendorong agar ada juga dari ASN guru dan lainnya untuk belajar di NTU.

“Langsung didata, dipetakan, mana saja dan siapa saja, guru juga boleh,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *