Direktur PT Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat memberikan bantuan operasi katarak, disaksikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu'ti, Rektor Unimus Prof Dr. Masrukhi dan Direktur RS Unimus dr. M. Riza Setyawan, di Kota Semarang, Sabtu (6/12)

Sido Muncul Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis Untuk 100 Pasien di RS Unimus

SEMARANG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar operasi katarak gratis bagi 100 pasien tidak mampu di RS Unimus Semarang, Sabtu (6/12).

Dalam kepedulian sosial di bidang kesehatan ini, Sido Muncul berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Jateng (Perdami) dan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Bantuan kegiatan operasi katarak ini, diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat kepada Direktur RS Unimus dr M Riza Setyawan MOSH FISQua disaksikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti yang juga merupakan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan ini bukan hanya agenda rutin, tetapi sebuah panggilan moral perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Sejak 2011, Sido Muncul bekerja sama dengan Perdami telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Tahun ini, Sido Muncul telah mengoperasi 1.050 mata,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, suatu berkah dan kebahagiaan dapat bersumbangsih untuk pasien yang membutuhkan karena gangguan penglihatannya. Dia juga bersyukur, masih dapat memberikan bantuan selain operasi katarak gratis, yaitu operasi bibir sumbing gratis dan penanganan stunting.

Irwan menambahkan, seluruh kegiatan bisnis Sido Muncul selalu akan memberikan kontribusi bagi masyarakat dan diharapkan dapat bermanfaat. “Kalau kata orang yang kami lakukan saat ini adalah CSR, tapi sebenarnya ini lebih dari itu,” tutur Irwan.

Dalam kesempatan ini, Irwan juga menyampaikan terima kasih kepada Perdami yang telah menjadi mitra penting Sido Muncul selama 14 tahun dan kepada RS Unimus yang memberikan fasilitas terbaik bagi para dokter.

Dia berharap seluruh pasien yang hadir dapat menjalani operasi dengan baik dan kembali menikmati penglihatan yang lebih baik, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat.

Irwan menuturkan, dalam kepedulian sosial, Sido Muncul berkomitmen terhadap misi kemanusiaan, tidak hanya dibidang kesehatan, tetapi juga melalui penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di berbagai daerah, termasuk banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Bahkan Irwan juga berkomitmen terhadap kemajuan pariwisata nasional hingga terus gencar mengkampanyekan destinasi wisata melalui iklan-iklan bertema pariwisata sejak 2011. Selama lima tahun, dari 2011 sampai 2016 Sido Muncul menghabiskan US$65 juta untuk iklan pariwisata tentang Labuhan Bajo, dan hasilnya luar biasa.

Iklan pariwisata ini dibuat untuk memperkenalkan keindahan destinasi wisata hingga diharapkan lebih dikenal di luar negeri. Sido Muncul berkomitmen akan terus mempopulerkan berbagai destinasi wisata di Indonesia agar dikenal luas tidak hanya nasional, namun juga mancanegara.

Sebagai salah satu pelaku industri, Sido Muncul juga konsisten dalam transisi energi bersih  lingkungan dan kerap meraih penghargaan, menurut Irwan, dalam operasionalnya, Sido Muncul kini menggunakan berbagai sumber energi, termasuk energi terbarukan dan energi fosil.

Sido Muncul, lanjutnya, memanfaatkan energi surya (PLTS) atap, biomassa dari ampas jamu, gas bumi, serta masih menggunakan sebagian kecil listrik dari PLN (energi fosil) dan solar untuk boiler.

Direktur PT Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat serahkan bantuan operasi katarak kepada Direktur RS Unimus dr. M. Riza Setyawan, di Kota Semarang

“Sido Muncul memanfaatkan ampas jamu sebagai bahan bakar biomassa untuk boiler, menggantikan sebagian penggunaan solar. Kami juga memasang PLTS untuk menghasilkan listrik dari energi surya, mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional,” ujar Irwan.

Sido Muncul mencatatkan penurunan emisi karbon sebesar 91% selama 2024 dibandingkan dengan level 2021, jauh melampaui target awal perusahaan yang hanya 14%.

“Target tinggal selangkah, EBT Sido Muncul sudah 92% sebagai pelopor industri jamu yang mengintegrasikan energi hijau, Sido Muncul mencatat pencapaian signifikan,” tutur Irwan.

Selain itu, Irwan juga menyingung keberadaan Rawa Pening dan menekankan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif untuk menyelamatkan Rawa Pening seluas 2.700 hektare dari kerusakan ekologis yang makin parah. Sejak 2016, pihaknya telah merintis teknologi pelet biomassa berbahan tanaman invasif seperti eceng gondok sebagai solusi energi alternatif ramah lingkungan.

“Saya sudah buat peletnya, bahkan mesinnya sudah ada. Kalorinya 4.300, dan bisa dijual sekitar Rp1.600. Ini bisa jadi bahan bakar murah untuk UMKM sekitar dan sekaligus mengatasi eceng gondok. Tapi sayangnya, belum ada pihak yang benar-benar menindaklanjuti,” ujar Irwan.

Menurutnya, pengelolaan Rawa Pening tidak bisa dilakukan secara parsial, mengingat pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya mendukung konservasi, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan menjadikan kawasan ini lebih berdaya guna.

Irwan menambahkan, konservasi lingkungan bukanlah kegiatan sekali jadi. Dibutuhkan kontinuitas, kemauan politik, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami percaya, kalau semua pihak bersinergi dengan niat yang tulus, Rawa Pening bisa diselamatkan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha dan masyarakat,” tutur Irwan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada Irwan Hidayat, dengan dukungan Sido Muncul dalam operasi katarak gratis di RS Unimus.

“Kita tahu Pak Irwan itu etnisnya Tionghoa, tetapi ketika mendukung operasi katarak gratis tidak menanyakan pasiennya etnisnya apa atau agamanya apa,” ujar Abdul Mu’ti.

Seorang pasien yang telah menjalani operasi, Sugeng mengatakan dia sangat bersyukur mendapat kesempatan operasi gratis yang digelar Sido Muncul di RS Unimus.

“Saya mendapat gangguan penglihatan sudah cukup lama, saya tanya-tanya untuk operasi katarak biayanya antara Rp15 juta-Rp30 juta. Kok ada informasi operasi katarak gratis di sini. Saya daftar dan alhamdulillah sudah bisa dioperasi,” tutur Sugeng yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan ini.

One Comment

  1. Luar biasa Pak Irwan Hidayat Sido muncul, berhati mulia, selalu membantu masyarakat yg sangat membutuhkan, sehat selalu nggih Pak, semoga Sido muncul tetap jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *