Sido Muncul Siap Antisipasi Kemungkinan Dampak Perang Timur Tengah
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk siap mengantisipasi kemungkinan terdampak akibat memanasnya konflik yang terjadi di Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran hingga menyebabkan gejolak ekonomi dunia.
Seperti diketahui keputusan Iran menutup Selat Hormuz menyebabkan ketidakseimbangan di sektor logistik, serta pasokan dan harga BBM.
Beberapa negara berpotensi mengalami krisis BBM, seperti Vietnam hingga Australia. Bahkan, Filipina telah mendeklarasikan darurat energi.
Direktur Sido M uncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan perusahaan menghadapi tantangan dalam impor kemasan atau packaging.
Sido Muncul, tutur Irwan, tidak mengimpor bahan baku obat secara langsung, bahkan hampir keseluruhan bahan baku Sido Muncul diperoleh dari pasar lokal. Namun, ada beberapa bahan baku, khususnya untuk produk Food & Beverage (F&B), yang masih memiliki eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar dollar
“Sekitar 15%-20% bahan baku untuk segmen F&B memiliki korelasi dengan fluktuasi kurs dolar AS. Dampaknya bagi Sido Muncul relatif terkendali dibandingkan perusahaan lain yang lebih bergantung pada impor,” ujar Irwan dalam acara halalbihalal di Jakarta, Kamis (26/3).
Menurutnya, perusahaan kemungkinan terdampak hanya pada packaging, mengingat packaging masih diperoleh melalui impor dengan pembayaran pembelian menggunakan dolar AS.
Meskipun demikian, Irwan menambahkan, apabila nilai tukar terus melemah, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, mengoptimalkan biaya operasional, serta memperkuat strategi ekspor untuk memperoleh pendapatan dalam mata uang asing.
“Kami juga tidak memiliki utang pembelian bahan baku dalam dolar, sehingga risiko fluktuasi kurs tidak langsung berdampak pada kami,” tutur Irwan.
Terkait dengan harga produk, menurut Irwan, Sido Muncul akan melakukan penyesuaian harga secara selektif dan bertahap, jika kondisi ini berlanjut. Penyesuaian harga tersebut akan tetap mempertimbangkan daya beli konsumen agar tidak membebani pasar terlalu besar.
“Kami akan melakukan penyesuaian harga dengan tetap memperhatikan daya beli konsumen, sehingga dampaknya tidak terlalu besar bagi pasar,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian global, Sido Muncul berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk dan kualitas yang sudah dikenal oleh konsumen, sembari tetap mempertahankan daya saing di pasar.
Di sisi lain, perusahaan juga mengantisipasi kenaikan harga bahan baku hasil pertanian dalam negeri.
“Kalau petani, ya, pasti ada kenaikan,” ujar Irwan.
Untuk menghadapi berbagai kondisi itu, perusahaan juga telah menyiapkan langkah efisiensi sebagai upaya untuk menjaga kinerja keuangan. Salah satunya dengan efisiensi di inventarisasi.
“Nanti kurangin dengan cara efisiensi. Efisiensi di inventory. Tadi tuh inventory-nya bisanya 3 bulan karena punya uang. Ya, sekarang kita jadiin 21 hari,” tutur Irwan.
Sido Muncul sebagai industri jamu terdepan di Tanah Air telah berhasil memasarkan produknya ke beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Australia, Korea Selatan, Nigeria, Aljazair, Hong Kong, Amerika Serikat, Arab Saudi, Mongolia dan Rusia.
Saat ini, perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah ke depan yang akan dilakukan, salah satunya memperluas pasar ekspor.
Namun, di tengah konflik geopolitik yang terjadi, perusahaan menyusun ulang rencana ekspansi. Akan tetapi, ada dua negara yang tengah disasar perusahaan untuk membuka kantor permasaran atau marketing di China dan India.
“Yang kami lakukan efisiensi, terus negara yang kami pilih, nanti kami tidak akan buat pabrik, tapi akan kami buat kantor marketing, marketing office,” ujar Irwan.
Sido Muncul kini telah menyiapkan lima strategi utama guna memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Irwan menuturkan, langkah ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan usaha melalui penguatan tata kelola, efisiensi operasional, inovasi digital, ekspansi pasar suplemen, serta peningkatan literasi investasi saham.
Strategi pertama adalah memperkuat tata kelola dan transparansi perusahaan sebagai bagian dari persiapan regenerasi kepemimpinan.
“Struktur organisasi ke depan akan semakin kompleks karena melibatkan generasi penerus dari beberapa keluarga, sehingga diperlukan aturan yang jelas dan adil,” tutur Irwan.
Namun demikian, Sido Muncul bakal semakin agresif terus melakukan ekspansi usaha untuk meningkatkan pendapatan, menyusul pasar ekspor bakal terus digenjot dan diperluas ke berbagai negara tujuan.
“Saat ini tujuan ekspor sudah merambah 32 negara dan kita mau terus endorse ekspor,” ujar Irwan.
Bahkan jalur distribusi Sido Muncul juga diperluas, tidak hanya dari jalur pasar tradisional dan pasar modern, tapi juga sekarang melalui e-commerce. Bagi pedagang besar dan toko langganan bisa memesan barang melalui aplikasi My Sido Muncul.
