Pameran Numismatik di Semarang Hadirkan 62 Stan Koleksi Uang Kuno Hingga Modern
SEMARANG[NuansaJateng] – Pameran numismatik bertajuk “Java Numismatic Fair (JNF 2026), resmi digelar di Queen City Semarang dan menjadi yang pertama diselenggarakan di Kota Semarang pada 2026.
Acara ini menghadirkan 62 stan yang menampilkan berbagai koleksi mata uang, koin, hingga kartu koleksi dari dalam dan luar negeri.
Ketua Panitia Egiansyah El Islami mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah melalui mata uang kepada generasi muda.
“Kalau di Indonesia mungkin sudah ada beberapa kegiatan serupa, tetapi untuk Semarang ini yang pertama. Kami mengombinasikan sekitar 70% koleksi berupa mata uang kertas, sisanya koin dan kartu koleksi,” ujar Egi yang juga pemilik stan Coin Antique ini.
Pameran ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi ajang transaksi koleksi, tetapi juga sarana edukasi sejarah dan silaturahmi antar kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin mengenalkan sejarah melalui mata uang, baik uang kertas maupun koin. Selain itu juga untuk mempererat hubungan antar kolektor, pelaku UMKM, penjual, dan pembeli dari seluruh Indonesia,” tuturnya.
Pameran tersebut diikuti peserta dari berbagai negara. Selain koleksi mata uang Indonesia dari era 1800-an hingga modern, terdapat pula kontribusi koleksi dari delapan negara lain.
“Koleksinya bermacam-macam, mulai dari uang Indonesia zaman dulu sampai yang paling modern. Dari luar negeri juga ada delapan negara yang berpartisipasi,” ujarnya.
Acara digelar selama tiga hari mulai 15 – 17 Mei pekan ini dan dipusatkan di Queen City Semarang.
Pemilihan Semarang sebagai lokasi perdana dinilai memiliki nilai historis kuat karena pada masa VOC, Semarang termasuk tiga kota besar pusat perdagangan bersama Batavia dan Surabaya.
Andre Julian salah satu penggemar numismatik sekaligus pembina kegiatan menuturkan, bahwa Semarang salah satu kota peradaban ekonomi di zaman dahulu.
“Semarang punya sejarah perdagangan yang kuat. Dulu menjadi salah satu pusat perdagangan VOC bersama Batavia dan Surabaya. Selain itu, letaknya juga strategis karena berada di tengah Pulau Jawa,” tuturnya.
Menurutnya, dari sisi ekonomi, panitia optimistis kegiatan tersebut mampu menghadirkan perputaran transaksi yang besar. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai pedagang besar hingga pelaku UMKM koleksi numismatik.
“Pesertanya campur, mulai dari pedagang besar sampai UMKM. Selama tiga hari kami berharap traffic jual beli cukup tinggi,” ujarnya. (rs)
