Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat

Sido Muncul Siap Luncurkan Buku Hasil Riset Tanaman Obat Alami

SEMARANG[NuansaJateng] – Jamu merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang telah digunakan secara turun temurun dan diakui secara Internasional sebagai warisan budaya non produk oleh UNESCO. Namun saat ini, masih banyak yang tidak mengetahui informasi akurat seputar jamu dan manfaatnya.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat yang sangat melimpah, menjadikannya salah satu negara dengan potensi besar dalam penyediaan bahan baku obat tradisional dan modern.

Berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, secang, sambiloto, dan kayu putih telah lama dimanfaatkan sebagai bahan utama aneka minuman termasuk jamu, dan obat herbal.

Keberadaan tanaman-tanaman ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendukung industri farmasi melalui pengolahan lebih lanjut menjadi bahan baku obat modern

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian sektor kesehatan dan kini terus berupaya mengembangkan produk herbal, bahkan tengah menyiapkan paten produksi hingga riset literaturnya sebagai bahan referensi.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan pihaknya telah menyiapkan Tim untuk membuat dan penerbitan buku dari catatan dan kumpulan-kumpulan mengenai riset sejumlah bahan baku jamu alami berdasarkan literatur-leteraturnya.

“Riset bahan baku jamu alami hasil dari jurnal-jurnal akan saya kumpulkan hingga sejauh mana risetnya dan pemanfaatan serta khasiat bahan jamu alami dalam sebuah buku hingga bisa diketahui masyarakat dan mereka bisa meramu jamu dengan baik dan benar,” ujar Irwan di Semarang.

Menurutnya, berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, secang, sambiloto, kayu putih dan lainnya dari hasil riset bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama aneka minuman termasuk jamu, dan obat herbal.

Tidak hanya itu, manfaat tanaman obat dari hasil riset yang menunjukkan khasiatnya bisa diketahui masyarakat hingga mereka dapat memahami cara melakukan pembuatan jamu dari bahan alami.

“Bahkan masyarakat dapat mengetahui kalau sakit ini obatnya apa, sakit jenis ini obatnya apa, atau obat alternatif sebagai pendamping obat terhadap pasien rumah sakit,” tutur Irwan.

Dengan demikian, tutur Irwan, masyarakat setelah mengetahui bisa membuat obat alternatif dengan membeli bahan baku jamu di berbagai pasar, perusahaan-perusahaan jamu. Bahkan Sido Muncul pun telah memproduksi berbagai jenis bahan baku jamu.

Namun, Irwan menambahkan, kemandirian obat herbal bukan berarti harus membangun pabrik.

“Pada prinsipnya, bagi saya supaya jamu ini kegunaan dan pemanfaatannya bisa menyebar luas di kalangan masyarakat, hingga tidak perlu mereka harus ke dokter cukup melihat kumpulan mengenai riset sejumlah bahan baku jamu alami dan membuatnya sendiri,” ujar Irwan.

Tradisi pemanfatan jamu alami memang telah dijalankan masyarakat Indonesia secara turun-temurun, bahkan secara personal. Tradisi ini perlu diperkuat dengan berbagai riset untuk mengoptimalkan khasiat jamu bagi kesehatan

Langkah itu, tutur Irwan, untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan bahan baku jamu alami sebagai obat tradisional lokal di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Penerbitan buku yang berisi catatan dari kumpulan mengenai riset sejumlah bahan baku jamu alami berdasarkan literatur-leteratur yang dilakukan Tim Sido Muncul dalam waktu dekat segera di-launching.

Irwan mengatakan perusahaan tetap berkomitmen dalam mengembangkan berbagai produk berbahan baku alami untuk bisa dijadikan obat pendamping produk farmasi.

“Jamu memiliki peran vital dalam mewujudkan pendekatan pengobatan dan pengembangan penggunaan jamu di rumah sakit. Pasien dalam proses kesembuhannya perlu diberdayakan untuk memiliki dan memilih opsi-opsi pengobatan, termasuk opsi tradisional melalui jamu. Hal ini sudah menjadi bagian solusi di negara lain,” tutur Irwan.

Irwan menambahkan, ke depan masyarakat perlu teredukasi secara optimal mengenai penggunaan jamu sebagai opsi pengobatan, dan secara bersamaan perlu adanya standarisasi, keamanan, serta dukungan pemerintah dengan kebijakan terkait.

“Saat ini Sido Muncul juga tengah menyiapkan 60 produk herbal untuk dikenalkan kepada para dokter dan apoteker, supaya mereka percaya terhadap produk-produk alam yang kami produksi selama ini,” tutur Irwan.

Menurut Irwan, potensi tanaman obat nusantara sangat besar, bahkan kekayaan tanaman obat di Indonesia jumlahnya mencapai 38.000 jenis, namun masih perlu didukung dengan riset dan regulasi.

“Sido Muncul saat ini memiliki 59 produk berbasis bahan alami seperti kunyit, temulawak, daun dewa, pace (mengkudu), hingga jahe,” ujar Irwan.

Bahkan hingga kini, tumbuhan yang diizinkan oleh BPOM untuk menjadi obat herbal masih dibatasi sebanyak 350 jenis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *