PkM USM Gandeng Pakar Malaysia ‘Sulap’ Sampah Jadi Berkah
SEMARANG[NuansaJateng] – Langkah progresif diambil oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Atlas.
Kolaborasi lintas negara dijalin demi memberdayakan warga Desa Plalangan, Gunungpati, Semarang melalui penguatan Bank Sampah “Mulya Sejahtera”.
Kegiatan ini menjadi sorotan karena melibatkan pakar internasional, Dr Erialdi Bin Syahrial dari Universitas Malaya, Malaysia, serta pakar lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dr Ling Safrinal Sofaniadi ST MSi.
Ketua Tim PkM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT mengatakan aksi ini adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyasar langsung akar rumput.
Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga adalah kunci utama terciptanya lingkungan yang berkelanjutan.
”Dengan memilah antara sampah organik, anorganik, B3, hingga residu, kita berperan aktif menjaga wajah kota dan mewujudkan Semarang Bersih,” ujar Prof. Mudjiastuti di sela-sela kegiatan, Senin (11/5).
Selama ini, kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah menjadi kendala utama mandeknya proses daur ulang.
Prof Mudjiastuti menyoroti teknologi sederhana berbasis masyarakat sebenarnya mampu memberikan solusi instan jika dilakukan secara konsisten.
”Kami berharap warga Plalangan tidak hanya sekadar tahu secara teori, tapi punya keterampilan nyata mengelola sampah secara mandiri,” tuturnya.
Senada Kepala Desa Plalangan Prasetya Utomo bersama Ketua Bank Sampah, Sri Mulyani, S.Pd., menyambut antusias pendampingan ini.
Mereka menilai kehadiran akademisi dan praktisi mampu memacu semangat warga untuk menjadikan sampah sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomis, bukan sekadar limbah.
Tim PkM USM yang beranggotakan para ahli teknik seperti Ir Istianah MT Ir Diah Setyati Budiningrum MT dan Hani Purwanti ST MT juga melibatkan mahasiswa Teknik Sipil USM, Muhammad Khoirul Huda dan Arien Zahra Salsabila, guna memastikan adanya regenerasi semangat lingkungan di kalangan muda.
Melalui sinergi internasional dan dukungan pemerintah daerah, Desa Plalangan kini diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah Gunungpati. (rs)
