Sido Muncul Tambah Bantuan Rp500 Juta Untuk Korban Bencana Banjir Sumatera
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap penanganan bencana di Tanah Air dengan menambah bantuan senilai Rp500 juta untuk masyarakat terdampak banana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Sebelumnya, pada 2 Desember 2025 lalu, Sido Muncul telah menyalurkan bantuan sebesar Rp900 juta kepada 13 institusi, termasuk Kodam Iskandar Muda, Kodam I Bukit Barisan, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, PMI, BPOM, IDI, Keuskupan Agung Jakarta, Yayasan Orthopaedi Indonesia, serta SDM Polri di tiga provinsi Sumatera itu.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan selain bantuan itu, kontribusi Sido Muncul juga berbentuk program jangka panjang melalui kampanye lingkungan dan pariwisata lokal pada 2026.
“Ulang Tahun Sido Muncul ke-75. Saya akan kampanye soal pariwisata. Kalau pariwisatanya jalan, wilayah yang kecil-kecil itu bisa meningkatkan ekonomi, sekaligus mengasrikan lingkungan” ujar Irwan saat menghadiri “Temu Penyelenggara Filantropi dan Dunia Usaha Peduli Sumatera” yang digelar Kementerian Sosial Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Rabu (10/12).
Dalam forum tersebut, Irwan menyerahkan tambahan donasi Rp 500 juta untuk masyarakat terdampak bencanadi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kemensos pun telah menghimpun dana bantuan Rp196.374.791.493. Dengan tambahan dari Sido Muncul, total bantuan meningkat menjadi Rp 196.874.791.493.
Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui pemerintah daerah seperti bupati, gubernur, dan wali kota. Pihak tersebutlah yang akan membelanjakan sesuai kebutuhan karena dianggap paling memahami kondisi wilayah masing-masing.
Irwan menambahkan, kerusakan lingkungan dan bencana yang terjadi salah satunya dipicu oleh deforestasi dan perubahan iklim ekstrem.
“Deforestasi menyebabkan permukaan air tanah meningkat. Anomali cuaca, hujannya berlebihan, durasinya berkepanjangan. Pentingnya lingkungan itu dijaga dengan baik untuk masa depan. Kalau enggak, hancur,” tutur Irwan.
Karena itu, dia bertekad ingin mengkampanyekan pariwisata yang akan dilakukan secara konkret dan dekat dengan masyarakat.
“Saya ingin yang nyata, bukan cuma ngajarin ayo jaga lingkungan. Saya akan mengkampanyekan wisata lokal melalui promosi, Kuku Bima Ener-G, packaging kami, hotel pribadi saya, sampai box restoran Bima,” ujar Irwan.
Irwan menuturkan, bahwa kampanye ini tidak berfokus pada destinasi besar seperti Bali, melainkan tempat wisata kecil yang punya potensi meningkatkan ekonomi daerah.
“Kampanye wisata kami ini bukan yang sudah hebat seperti Bali. Enggak. Yang kecil-kecil. Kawah Ijen atau Kaliurang. Supaya kalau tempat wisata itu berkembang, lingkungan jadi baik dan masyarakat bisa hidup, terbuka lapangan kerja,” tuturnya.
Bahkan Irwan juga berkomitmen bakal terus gencar mengkampanyekan destinasi wisata di berbagai daerah melalui iklan-iklan bertema pariwisata yang telah dilakukan sejak 2011.
Selama lima tahun, dari 2011 sampai 2016 Sido Muncul menghabiskan US$65 juta untuk iklan pariwisata tentang Labuhan Bajo, dan hasilnya luar biasa.
Iklan pariwisata ini dibuat untuk memperkenalkan keindahan destinasi wisata hingga diharapkan lebih dikenal di luar negeri. Sido Muncul berkomitmen akan terus mempopulerkan berbagai destinasi wisata di Indonesia agar dikenal luas tidak hanya nasional, namun juga mancanegara.
Irwan juga menyinggung pentingnya kemandirian Indonesia dalam menghadapi bencana.
“Kerusakannya luar biasa. Bantuan asing tidak ada, karena Pak Prabowo tidak mau bantuan dari luar. Bahkan menurut saya itu bagus karena meningkatkan kemandirian,” ujar Irwan.
Sementara itu, Menteri Sosial Indonesia, Saifullah Yusuf memberikan apresiasi kepada Sido Muncul dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menyebut semangat solidaritas masyarakat Indonesia sebagai kekuatan besar dalam pemulihan.
“Semangat untuk membantu itu luar biasa. Kita ingin ke depan ada koordinasi yang lebih kuat agar bisa menjangkau lebih banyak yang membutuhkan,” ujar Saifullah.
Mensos juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga filantropi.
“Kita apresiasi, berikan rasa hormat untuk para pihak yang membantu. Gotong royong, peduli, saling membantu, itulah kekuatan kita. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling dermawan,” tuturnya.
