Undip Siap Gelar UTBK-SNBT 2026 Dengan Layanan Inklusif
SEMARANG[NuansaJateng] – Universitas Diponegoro (Undip) menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 yang akan dimulai pada Selasa, 21 April hingga 29 April 2026.
Selain infrastruktur teknis, Undip menonjolkan komitmen inklusivitas dan empati ekonomi bagi calon mahasiswa.
Rektor Undip Prof Dr Suharnomo SE MSi mengatakan pihaknya telah memverifikasi seluruh sarana prasarana, termasuk ribuan unit komputer dan ruang ujian ber-AC yang tersebar di Kampus Tembalang dan Pleburan.
”Besok untuk SNBT-UTBK, Undip sudah siap dengan layanan terbaik. Komputer sudah di-service, ruangan sudah diverifikasi oleh tim LP2MP. Kami juga diawasi oleh verifikator asesmen dari BPK Pusat untuk memastikan transparansi,” ujar Prof Suharnomo, Senin (20/4).
Tahun ini, Pusat UTBK Undip akan melayani 23.933 peserta. Dari jumlah tersebut, Prof Suharnomo menambahkan, Undip sangat terbuka bagi peserta disabilitas. Tercatat ada peserta tuna daksa dan tuna rungu yang akan mendapatkan pendampingan khusus.
”Undip sangat friendly dengan saudara-saudara kita yang disabilitas. Kami berikan layanan sebaik-baiknya agar mereka nyaman saat mengerjakan materi skolastik, literasi Bahasa Indonesia, Inggris, dan penalaran matematika,” tuturnya.
Undip juga berencana menerima sekitar 14.000 mahasiswa baru dari seluruh jalur seleksi. Pada jalur SNBT kali ini, Program Studi Sarjana Hukum menjadi primadona dengan 4.685 pendaftar, disusul Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan sebanyak 3.782 pendaftar.
Di tengah isu kenaikan biaya pendidikan, Prof Suharnomo membawa kabar baik mengenai keterjangkauan biaya kuliah di Undip. Dia menuturkan, Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Undip merupakan salah satu yang terendah di jajaran universitas papan atas Indonesia.
”UKT kita sudah 8 tahun tidak naik. Ini bentuk empati kami pada kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Silakan diperbandingkan dengan universitas lain di Indonesia, kayaknya kita yang paling bawah lah,” ujarnya.
Tak hanya itu, bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, Undip menyiapkan skema bantuan yang masif. Selain KIP-Kuliah (KIP-K) minimal 20% sesuai syarat pemerintah, Undip juga menyediakan anggaran beasiswa mandiri sebesar Rp80 miliar setiap tahunnya.
”Ada beasiswa Rp80 miliar setiap tahun dan ada juga yang ‘gratis tis’. Program studi seperti Teknologi Bisnis Perikanan Kelautan di Jepara dan ekonomi bisnis di Batang juga tersedia. Asal pintar, biaya bukan halangan di Undip,” tuturnya.
Kepada para peserta, Rektor berpesan agar tetap tenang dan bekerja keras. Jika nantinya hasil SNBT belum sesuai harapan, Undip masih membuka pintu melalui jalur Ujian Mandiri (UM).
”Ini adalah effort kedua. Kalau belum rejeki di SNBT, nanti Ujian Mandiri juga ada. Di jalur mandiri pun, bukan sekadar kemampuan ekonomi (IPK), tapi tetap faktor kecerdasan yang menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Pelaksanaan UTBK di Undip akan berlangsung selama 18 sesi di berbagai lokasi strategis, mulai dari Fakultas Kedokteran, Teknik, hingga Gedung ICT Center, dengan pengamanan dan protokol yang ketat demi kenyamanan peserta. (rs)
