Konsep Kepemimpinan ala Wagub Jateng Taj Yasin
SEMARANG[NuansaJateng] – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan pesan mendalam mengenai konsep kepemimpinan dalam acara Pegajian dan Halalbihalal Majlis Ta’lim Nurul Qolbi di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jumat (1/5).
Taj Yasin mengatakan jabatan publik bukan alasan bagi seseorang untuk mendapatkan perlakuan istimewa. Dia merujuk pada teladan Rasulullah SAW saat menunaikan ibadah haji, justru membaur dengan rakyatnya hingga tidak bisa dibedakan antara pemimpin dan rakyat biasa.
“Pemimpin itu terlihat akhlaknya ketika ia tidak menonjolkan kepemimpinannya dan tidak ingin dilayani,” ujarnya.
Sebagai Pejabat di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Taj Yasin mengaku sering berpesan kepada tim protokolnya agar tidak bersikap berlebihan saat mendampinginya di lapangan. Dia tidak ingin keberadaan pengawal justru menciptakan jarak atau menyusahkan masyarakat.
“Saya sering sampaikan kepada kawan-kawan protokol, tugas kalian mengawal boleh, tapi jangan berlebihan. Apalagi sampai mengusir atau menyingkirkan orang (saat jalan). Saya tidak suka,” tuturnya.
Menurutnya, meskipun disediakan ajudan, acapkali ia berusaha mengerjakan hal-hal kecil secara mandiri saat di rumah, seperti mencuci piring atau pakaian sendiri.
Dalam kesempatan itu dia juga berpesan kepada pejabat di lingkungan kerjanya agar tulus melayani masyarakat, sehingga masyarakat merasa nyaman dengan pemerintah.
“Tugas kita sebagai pemerintah bukan hanya soal administrasi, tapi memastikan masyarakat tenang dan bisa tercukupi kebutuhannya. Masuk ke pasar untuk memastikan harga stabil agar rakyat bisa makan, itu adalah bagian dari takwa kita sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.
Dia menambahkan, kesuksesan seorang pemimpin tidak diukur dari megahnya protokoler, melainkan dari seberapa dekat dan bermanfaatnya ia bagi orang-orang di sekitarnya. (rs)
