Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp 900 Juta Untuk Korban Bencana Banjir Sumatera
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap misi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Bantuan dengan total senilai Rp900 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul (Dr (HC) Irwan Hidayat kepada berbagai lembaga kemanusiaan di Gedung House of Jamu, Jakarta Selatan, Selasa (2/12).
Bantuan itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya di wilayah Sumatera.
Kegiatan tersebut turut disaksikan secara daring juga oleh Kodam Iskandar Muda Aceh, Kodam I Bukit Barisan Sumatera Utara, serta BPOM.
Bencana di tiga provinsi itu menyisakan kerusakan besar, ribuan warga terdampak, serta puluhan wilayah yang masih terisolasi. Kepedihan tersebut menjadi alasan utama bagi Sido Muncul kembali bergerak cepat memberikan bantuan.
Penyaluran ini diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana, sekaligus memberikan dukungan kesehatan bagi para relawan, tenaga medis, dan aparat yang bekerja di lapangan.
Dari total Rp900 juta, bantuan terdiri dari dukungan dana untuk operasional penanganan bencana dan pertolongan untuk korban, serta produk kesehatan seperti Tolak Angin, Susu Jahe, dan Kopi Jahe yang diperuntukkan bagi warga terdampak, relawan, tenaga medis, hingga personel lapangan.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyampaikan keprihatinannya atas dahsyatnya bencana di Sumatra. Bahkan video dan laporan dari lapangan membuatnya teringat pada bencana-bencana besar yang pernah dia saksikan langsung.
“Peristiwa bencana yang terjadi benar-benar menyedihkan. Kalau kita lihat videonya di YouTube, rasanya sangat menakutkan, terutama bagi mereka yang langsung mengalami musibah itu,” ujar Irwan.
Irwan mengatakan pengiriman bantuan melalui Kodam, Polri, IDI, PMI, dan lembaga lain adalah cara paling aman dan efektif karena akses ke lokasi bencana sangat sulit.
Dia berharap bantuan yang diserahkan dapat menjangkau masyarakat, meski akses menuju lokasi terdampak masih terhambat. Bantuan Sido Muncul terdiri dari uang tunai untuk mendukung penanganan bencana dan kebutuhan penyintas , produk Tolak Angin, Susu Jahe dan Kopi Jahe.
“Kami datang ke sini membawa cinta dan empati dari seluruh keluarga besar Sido Muncul. Kami mohon agar sumbangan ini bisa disalurkan dengan baik karena kami sendiri tidak punya akses langsung ke lokasi,” tuturnya.
Irwan mengaku bisa merasakan ketakutan yang dialami korban, lantaran pernah terjun langsung mendukung saat bencana gempa terjadi di Yogyakarta pada 2006 silam. Dia menceritakan dahsyatnya dampak bencana yang pernah disaksikannya langsung, melihat ribuan orang meninggal dunia. “Saya pernah berkunjung ke beberapa daerah bencana, misalnya seperti yang di Padang, Pangandaran, Solo, tetapi yang paling parah, pernah saya kunjungi itu di Yogyakarta pada 2006,” ujar Irwan.
Penyerahan bantuan ini juga disaksikan secara langsung oleh Ketua Komisi PSE KAJ Romo Adrianus Suyadi, SJ, Ketua Bidang Advokasi dan Hubungan Eksternal Yayasan Orthopaedi Indonesia dr Lia Marliana Sp OT (K) M Kes, Karojianstra SSDM Polri Agoes Soejadi Soepraptono, Ketua Bidang Pembinaan Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo, Ketua Bidang Humas dan Diklat PMI Nora Bawazier dan Perwakilan IDI Mohammad Adib Khumaidi.
Dari pihak Palang Merah Indonesia, Sasongko Tedjo selaku Ketua Bidang Pembinaan Relawan PMI, menyampaikan bantuan Sido Muncul sangat berarti untuk memperkuat operasi kemanusiaan PMI di tiga provinsi yang terdampak parah.
“Bantuan dari Sido Muncul yang diberikan hari ini tentu saja akan menambah dana tersebut dan segera kami salurkan kepada para korban bencana banjir di tiga provinsi itu,” tutur Sasongko.
PMI juga menegaskan selain bantuan langsung, mereka berencana menjalankan operasi jangka panjang,
“PMI memprogramkan penanganan hingga tahap pemulihan. Ketua Umum, Pak Yusuf Kalla, mencanangkan program rehabilitasi sampai dengan satu tahun. Jadi memang dibutuhkan dana yang sangat besar,” ujarnya.
Dari sisi logistik, PMI sudah mengerahkan truk tangki air bersih, pakaian, obat-obatan, dan bantuan lain.
“Jangan dikira banjir berarti melimpah air. Justru air bersihnya yang susah. Penyaluran air bersih ini salah satu kekuatan PMI,” tutur Sasongko.
Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Diklat PMI Pusat, Nora Bawazier menjelaskan kondisi lapangan yang masih sulit,
“Masih banyak daerah yang terisolir. Mereka benar-benar belum bisa dijangkau lewat jalur darat kecuali dengan berjalan kaki dan banyak warga sudah tidak kuat berjalan jauh,” tuturnya.
Nora menambahkan, beberapa Unit Donor Darah (UDD) di daerah terdampak kehilangan pasokan listrik sehingga stok darah mengalami kerusakan. Untuk mengatasinya, PMI mengirim 485 kantong darah dari Pulau Jawa melalui airdrop.
“Kami punya POSKO di Halim, bantuan itu akan di-drop via Halim dan dikirim lewat udara bersama pemerintah dan militer,” ujarnya.

Ketua Bidang Advokasi dan Hubungan Eksternal Yayasan Orthopaedi Indonesia, dr Lia Marliana Sp OT (K) MKes menuturkan, tim ortopedi harus menjadi garda terdepan dalam bencana karena banyak korban mengalami patah tulang hingga amputasi.
“Pada umumnya memang bidang ortopedi harus menjadi yang pertama hadir di lokasi bencana. Karena para korban biasanya mengalami patah tulang atau banyak yang harus diamputasi,” tutur Lia.
Bahkan dia menyebut sampai kini sudah dilakukan lebih dari 34 operasi di Sumatra Barat, dan jumlahnya terus bertambah.
Lia juga menyampaikan bantuan dari Sido Muncul berupa dana tunai akan langsung dikonversi menjadi kebutuhan medis yang sifatnya mendesak dan habis pakai.
“Pada dua minggu pertama pascatrauma, korban umumnya membutuhkan penanganan ortopedi cepat karena banyak mengalami patah tulang, trauma berat, hingga amputasi. Kondisi ini menuntut ketersediaan alat operasi steril, bahan medis sekali pakai, serta kesiapan tim dokter untuk bekerja di rumah sakit maupun langsung di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama antara Yayasan Orthopedi Indonesia dan Sido Muncul bukan yang pertama. Dukungan serupa telah berlangsung sejak bencana Yogyakarta, Padang, hingga Lombok dan Mamuju. Setiap bantuan disebut langsung disalurkan kepada korban yang membutuhkan melalui tim di lapangan.
“Dengan Sido Muncul, kami yayasan ortopedi bisa dikatakan hampir setiap ada bencana pasti bekerja sama. Semua bantuan yang diberikan oleh Sido Muncul selalu langsung kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Dari lapangan, Kapenrem Iskandar Muda Kolonel Inf Mustafa Kamal dari Satgas Penanggulangan Bencana Aceh menjelaskan banyak daerah masih terisolasi.
“Bantuan dari Sido Muncul ini nantinya akan kami distribusikan kepada para korban, terutama yang sampai saat ini masih belum bisa ditembus melalui jalur akses darat atau yang belum mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi medan yang sangat berat untuk dilalui melalui jalur darat di Aceh,
“Masih ada sekitar empat kabupaten/kota yang belum bisa ditembus lewat akses darat yang lokasinya masih terisolir, bahkan komunikasi banyak yang terputus,” tuturnya.
Dia memastikan bantuan Sido Muncul seperti produk kesehatan dan Tolak Angin akan sangat membantu.
Bantuan senilai total Rp 900 juta ini kembali menegaskan komitmen Sido Muncul sebagai perusahaan Indonesia yang tak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada aksi sosial kemanusiaan di berbagai daerah terdampak bencana.
Sejak gempa Yogyakarta, Padang, Lombok, hingga bencana banjir besar, Sido Muncul selalu berupaya hadir bersama masyarakat baik melalui bantuan kesehatan, logistik, hingga dukungan medis.
