Kunjungan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) dan Ritsumeikan University, Jepang ke kantor Sido Muncul, Jakarta

Mahasiswa Ritsumeikan University Jepang Kunjungi Sido Muncul Pelajari Budaya Jamu

JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menerima kunjungan istimewa dari mahasiswa Ritsumeikan University, Jepang. Kunjungan tersebut sehubungan dengan program Summer School ‘Tailor-Made-Cooperation-Workshop’ yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Selasa (5/8).

Kunjungan para mahasiswa itu, juga sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya jamu dan memahami dinamika pasar Indonesia.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyambut hangat para peserta yang hadir pada kunjungan ini dan merespon positif untuk memperkenalkan jamu di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, program ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan jamu kepada para mahasiswa asing, agar mereka lebih memahami khasiat dan manfaat jamu dari bahan alami.

“Saya senang, saya punya kesempatan untuk memperkenalkan jamu kepada para mahasiswa Jepang, mengingat jamu telah dikenal di negara Jepang” ujar Irwan.

Irwan menambahkan, Jepang telah mengenal jamu dari baham alami, meski produknya jamu belum sepopuler produk lainnya.

Salah satu produk minuman herbal Jepang yang setara dengan jamu adalah Ukon, yang biasa dikonsumsi untuk meningkatkan stamina tubuh. Menyadari kebiasaan tersebut, dia meyakini produk Sido Muncul bisa dicintai masyarakat Jepang, seperti di negeri sendiri.

Professor of Business Administration Ritsumeikan University Sachiko Miyata bersama Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat

“Kalau di Jepang, yang terkenal itu Ukon. Orang Jepang minum itu karena dia peminum alkohol dan perokok,” tutur Irwan.

Pada kesempatan tersebut, Irwan juga menjelaskan tentang uji klinis yang dilakukan terhadap produk-produk Sido Muncul. Sebagai pelopor perusahaan jamu yang terstandarisasi.

Sido Muncul, tutur Irwan, adalah pelopor dalam melakukan penelitian dan uji klinis, langkah yang terinspirasi dari industri farmasi.

“Kami melakukan uji toksisitas agar tidak merusak organ tubuh dan uji efektivitas yang terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kami satu-satunya perusahaan jamu yang berbasis ilmiah,” ujar Irwan.

Irwan mengatakan Sido Muncul tidak bergantung pada pemasok dari luar, semuanya dilakukan sendiri mulai dari menanam, memproses, dan mengekstrak bahan baku. Setiap produk zat aktifnya sama. Sido Muncul juga membina petani untuk menanam jenis tanaman tertentu.

Menurutnya, keberhasilan sebuah produk sangat bergantung pada kualitas. Bahkan kepercayaan masyarakat tidak bisa dibeli dengan cara apapun, selain ketekunan dan keseriusan menjaga kualitas.

“Saya selalu memposisikan diri sebagai konsumen. Jadi produk itu harus aman, dengan uji klinis dan quality control yang bagus,” tutur Irwan.

Sementara itu, Professor of Business Administration Ritsumeikan University, Sachiko Miyata mengapresiasi dengan model bisnis Sido Muncul. Terlebih proses uji klinis yang dilakukan Sido Muncul terhadap berbagai produknya, sehingga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Kami sangat kagum dengan bagaimana Sido Muncul mengembangkan bisnisnya, termasuk percobaan klinis. Dari ide sendiri, karena sebelumnya sempat ada periode stagnan dari perusahaan,” ujar Sachiko.

Sachiko terkesan dengan keberhasilan Sido Muncul yang terus mendorong inovasi berbagai produk.

“Setelah mengalami periode stagnan, Sido Muncul berhasil bangkit karena dia memposisikan dirinya di sisi pelanggan. Itulah salah satu hal yang sangat mengagumkan,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu para mahasiswa sangat antusias untuk mendapatkan wawasan langsung tentang bagaimana perusahaan lokal dapat berkembang dan berinovasi di Indonesia.

Mahasiswa Ritsumeikan University Jepang Ai Tomioka menuturkan, mengenal jamu dan mengkomsukan dia baru kali pertama. Sebelumnya biasanya hanya mengonsumsi suplemen.

Sementara itu, Ayano Ishihara dan Haruki Sekeni, yang juga mahasiswa Ritsumeikan University menunjukkan antusias yang sama terhadap produk Sido Muncul.

Ayano menilai uji klinis yang dilakukan Sido Muncul terhadap produk minuman tradisional sangat menarik. Di Jepang memiliki minuman tradisional yang mirip dengan jamu, tetapi berkonsep berbeda.

“Di Jepang juga ada produk yang dibuat menggunakan tanaman obat, tetapi tidak seperti produk herbal Indonesia,” ujarnya.

Mahasiswa Ritsumeikan University Jepang Mempelajari Budaya Jamu

Ayano merasa kagum dengan pendekatan ilmiah yang dilakukan Sido Muncul sebagai perusahaan jamu.

“Saya dapat memahami tentang pasar Indonesia, saya sangat terkesan. Dari kunjungan ini, saya bisa belajar tentang dinamika pasar Indonesia secara langsung,” tutur Haruki Sekine.

Salah satu mahasiswa FEB UI, Faiq Ghaftan Musyaffa mengatakan Sido Muncul dipilih sebagai tujuan kunjungan, salah satunya karena Sido Muncul pure dari Indonesia dan sudah didirikan sejak lama.

“Kami ingin memperkenalkan perusahaan yang benar-benar asli dari Indonesia, yang didirikan karena kekayaan lokal, dari herbs-nya, dari pekerjanya pun juga dari Indonesia,” ujar Faiq.

Kunjungan ini menjadi jembatan bagi mahasiswa dari dua negara untuk memahami praktik bisnis yang inovatif dan berlandaskan pada warisan lokal, sekaligus membuka wawasan tentang potensi besar industri herbal Indonesia di pasar global.

Kunjungan ini juga diharapkan dapat membantu mahasiswa Jepang memahami lebih dalam tentang produk herbal dan potensi pasar di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *