Dorong Inovasi Industri Herbal, Irwan Hidayat Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Unnes
SEMARANG[NuansaJateng] – Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) kepada tokoh berpengaruh. Kali ini pengusaha Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat yang diganjar sebagai Doktor kehormatan di Bidang Ilmu Manajemen Mutu (branding).
Penganugerahan gelar HC kepada Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat digelar melalui sidang senat civitas akademika Unnes Semarang yang dipimpin langsung Rektor Unnes Prof Dr S Martono MSi di gedung Prof Wuryanto (Auditorium) Unnes, Rabu (13/11).
Rektor Unnes Prof Dr S Martono MSi mengatakan Irwan Hidayat merupakan sosok yang mengangkat produk jamu modern tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga internasional.
Menurutnya, gelar kehormatan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Irwan Hidayat dalam mewariskan budaya dan kearifan lokal ke dalam strategi branding produk Tolak Angin.
Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa ini bukan hanya sekadar penghormatan, tetapi juga pengakuan atas kontribusi Irwan Hidayat dalam memajukan industri herbal di Indonesia.
“Melalui pendekatan berbasis riset, Irwan Hidayat telah berhasil mengembangkan produk-produk yang tidak hanya memenuhi standar kualitas nasional, tetapi juga internasional. Inovasi yang dilakukan Sido Muncul menjadi contoh nyata bagaimana produk lokal dapat bersaing di pasar global dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia,” ujar Prof Martono.
Hadir dalam upacara penganugerahan tersebut keluarga besar Sido Muncul di antaranya Johan Hidayat, David Hidayat, Sofyan Hidayat dan Sandra Hidayat.
Selain itu juga hadir para brand ambasador Sido Muncul seperti Rieke Dyah Pitaloka yang juga Anggota DPR- RI, para tokoh akademisi di antaranya Prof Rhenald Kasali, Andy F Noya, tokoh budayawan dan juga kiai kondang Gus Mus serta tokoh perempuan yang juga wamen pemberdayaan perempuan Veronica Tan.
“Gelar Doktor Kehormatan yang kami berikan kepada Irwan Hidayat bukan hanya sebagai pengakuan atas karya-karyanya yang luar biasa, tetapi juga sebagai wujud penghargaan terhadap semangat dan dedikasi beliau dalam memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemanusiaan,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis itu.
Prof Martono menambahkan, pihaknya percaya gelar ini akan semakin memotivasi Irwan Hidayat untuk terus berkarya, berinovasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.
Menurutnya, dengan penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa ini, Irwan Hidayat tidak hanya mendapatkan penghargaan atas dedikasinya dalam memajukan industri herbal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
“Melalui komitmennya terhadap kualitas dan keberlanjutan, Irwan Hidayat menunjukkan jika produk Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan alam yang dimiliki,” tutur Martono.
Martono menyampaikan selamat atas apa yang diraih Irwan Hidayat dan semoga gelar kehormatan ini dapat menginspirasi yang lain untuk memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara.
Sementara itu, dalam pidato pengukuhannya, Irwan Hidayat menyampaikan orasi ilmiah berjudul “The Story of Tolakangin, Dari Indonesia Untuk Dunia: Model Manajemen Produk dan Branding Berbasis Nilai”. Penerima Anugerah Konservasi Unnes itu menekankan pentingnya inovasi dan penelitian dalam mengembangkan produk herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
Salah satu produk Sido Muncul, Tolak Angin adalah produk herbal yang telah menjadi simbol pengobatan tradisional Indonesia. Selain secara konsisten memanfaatkan akar tradisi untuk membangun kepercayaan pelanggan dan menegaskan keaslian khasiatnya.
Penelitian Irwan berfokus pada strategi manajemen branding yang unik, menggabungkan identitas budaya Indonesia dengan kebutuhan kesehatan konsumen, serta menyoroti potensi obat tradisional untuk hidup berdampingan dengan perkembangan kesehatan modern.
Dalam penelitian, tutur Irwan, pentingnya keterlibatan masyarakat dalam sebuah merek. Tolak Angin, sebagai jamu alami, memanfaatkan storytelling dan testimoni konsumen untuk menciptakan hubungan emosional yang kuat. Bahkan dia mengeksplorasi industri kesehatan di Indonesia, memberikan perspektif baru tentang bagaimana keterikatan emosional dapat meningkatkan loyalitas konsumen dan pengenalan merek.
Menurut Irwan, hal-hal yang dilakukan sebagai produsen Tolak Angin adalah bentuk tanggung jawabnya kepada para konsumen.
Tolak Angin pertama kali diresepkan pada 1930 dan mulai diproduksi secara pabrik pada 1951. Produk ini dinyatakan aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dengan tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin,” produk ini berhasil mengubah persepsi masyarakat, dari yang sebelumnya menganggap jamu hanya untuk masyarakat tradisional, namun kini menjadi pilihan modern yang aman, praktis, dan terjangkau.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor Unnes beserta seluruh jajarannya, juga kepada keluarga saya, keluarga besar Sido Muncul, serta sahabat-sahabat yang selalu mendukung saya,” tutur Irwan saat memberikan orasi ilmiah.
Sebelumnya dalam kesempatan itu, Prof Rhenald Kasali yang juga bintang iklan “Orang Pintar Minum Tolak Angin” mengawali sambutannya dengan menegaskan kalau dia adalah saksi sejarah perjalanan Irwan Hidayat dalam memimpin dan berinovasi disebuah perusahaan jamu yang saat ini menjadi perusahaan jamu berstandar farmasi.
“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Sido Muncul dan saya sangat mengapresiasi Unnes yang telah memberikan gelar Doktor Honoris Causa yang memang layak diberikan kepada Bapak Irwan Hidayat,” tutur Rhenald Kasali pakar manjemen dan bisnis itu.
Dalam kesempatan tersebut, Rhenald Kasali juga menceritakan awal mula bergabung dengan Sido Muncul menjadi bintang iklan Tolak Angin.
“Menjadi bintang iklan jamu pada saat itu menjadi pertaruhan harga diri, karena saat itu saya akademisi baru pulang dari Amerika, menjadi iklan jamu yang saat itu masih terkesan rendahan. Tapi saat itu saya mendapatkan jaminan dari Pak Irwan kalau Sido Muncul tidak akan membuat malu, maka saat itu saya putuskan bergabung dengan Sido Muncul dan sejak itu sampai sekarang saya bangga dengan Sido Muncul,” ujar Rhenald Kasali.
