Laba Sido Muncul Kuartal IV-2024 Melejit Capai 131%
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sepanjang 2024 berhasil membukukan kinerja solid yang menggembirakan.
Kinerja positif itu, didorong dari pertumbuhan volume, ekspansi pasar berkelanjutan dan inovasi produk, serta memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri herbal di Indonesia, di tengah tantangan ekonomi makro.
Corporate Secretary PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Tiur Simamora mengatakan sepanjang 2024, Sido Muncul mencatat kinerja solid berkat peningkatan volume penjualan, ekspansi pasar yang berkelanjutan, inovasi produk, serta penguatan posisinya sebagai pemimpin industri herbal di Indonesia, meskipun menghadapi tantangan ekonomi makro.
“Inovasi produk terus menjadi pilar utama pertumbuhan Sido Muncul,” ujar Tiur dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (7/3).
Perusahaan yang berbasis di Bergas, Kabupaten Semarang itu, mencatat penjualan bersih FY24 sebesar Rp3,92 triliun, meningkat 10% secara tahunan, ditopang oleh kinerja yang kuat di seluruh segmen herbal & suplemen (+6% yoy), makanan & minuman (+18% yoy), serta farmasi (+10% yoy).
Margin laba bruto meningkat menjadi 59%, mencerminkan efisiensi operasional, skala ekonomi, dan harga bahan baku segmen makanan & minuman yang lebih rendah. Laba operasi melonjak 24% menjadi Rp1,47 triliun, didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dan manajemen biaya yang efektif.
“Laba bersih juga tumbuh 23% (yoy) menjadi Rp 1,17 triliun, dengan margin laba bersih menjadi 30%, mencerminkan efisiensi biaya dan leverage operasional,” tuturnya.
Adapun untuk kuartal IV-2024 saja, Sido Muncul mencetak laba bersih Rp393 miliar, melonjak 131% dibandingkan pada kuartal III-2024 hanya sebesar Rp170 miliar.
Hal itu dipercaya mampu memperkuat ketahanan perusahaan dan mendukung ekspansi di masa depan.
Neraca Sido Muncul tetap semakin kuat, dengan posisi bebas utang dan saldo kas yang sehat sebesar Rp856 miliar, memperkuat ketahanan perusahaan dan mendukung ekspansi di masa depan.
“Penjualan internasional terus menunjukkan tren positif, berkontribusi 7% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan 36% secara tahunan,” ujarnya.
Ekspansi strategis ke Asia Tenggara dan Afrika semakin memperkuat penetrasi multi-channel, kehadiran merek yang lebih mendalam, dan peningkatan adopsi konsumen.
Kontribusi penjualan internasional Sido Muncul meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak FY20, menunjukkan strategi ekspansi global yang sukses dan berkelanjutan.
