Sido Muncul Berupaya Kejar Perbaikan Kinerja di Sisa 2025

SEMARANG[NuansaJateng] – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk optimistis dapat mencetak tren kinerja positif di sisa akhir 2025, dengan terus berupaya mengejar perbaikan kinerja, setelah sebelumnya kinerjanya mengalami penurunan pada Kuartal I-2025.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan manajemen bakal berupaya untuk mengejar perbaikan kinerja hingga akahir 2025 dan optimis penjualan bakal tumbuh signifikan.

“Bisnis perseroan mulai ada perbaikan di periode kuartal kedua ini. Bahkan manajemen optimistis target peningkatan 10% dapat dicapai melalui pelaksanaan strategi bisnis yang telah disiapkan dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar David, Senin (30/6).

Menurutnya, penjualan April–Mei bertumbuh cukup baik secara year-on-year, sehingga kinerja Semester I-2025 menunjukkan peningkatan yang positif dibanding Kuartal I-2025.

Petumbuhan itu didorong oleh faktor eksternal dan internal, seperti recovery konsumsi domestik saat musim pancaroba, program kampanye pemasaran dan promosi yang lebih aktif terarah di akhir Maret, serta peningkatan aktivitas masyarakat pasca hari raya.

“Kinerja ekspor pun juga menunjukkan akselerasi membaik,” tutur David

David menambahkan, memasuki Kuartal II-2025 kinerja manajemen kembali meningkat, bahkan optimis Semester I-2025 dipastikan pertumbuhan penjualan dan pendapatan bakal naik 10% dibanding periode yang sama 2024.

Kinerja solid pada 2025, tutur Davidd, bakal mendorong terjadinya peningkatan volume penjualan, ekspansi pasar yang berkelanjutan, inovasi produk, serta penguatan posisinya sebagai pemimpin industri herbal di Indonesia, meskipun menghadapi tantangan ekonomi makro.

Sido Muncul tercatat membukukan penjualan Rp789,10 miliar pada Kuartal I-2025. Angka ini menurun 25,09% yoy dibandingkan pada Kuartal I-2024 sebesar Rp1,05 triliun.

Penurunan penjualan tersebut salah satunya didorong oleh melesunya penjualan jamu herbal & suplemen, dari sebelumnya Rp 626,88 miliar pada Kuartal I-2024, menjadi Rp363,07 miliar pada Kuartal pertama tahun ini.

Untuk memaksimalkan kinerja di sisa tahun ini Sido Muncul fokus untuk mengakselerasi volume-driven growth melalui perluasan distribusi  baik di modern trade & GT.

Selain itu, Sido Muncil juga melakukan peluncuran produk-produk baru menyasar segmen konsumen muda yang sadar akan kesehatan (health-conscious), serta ekspansi ekspor.

“Di saat yang sama, kami menjaga efisiensi biaya agar margin tetap sehat di tengah volatilitas ekonomi global dan nilai tukar,” ujar David.

Hingga akhir Maret lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Sido Muncul tercatat senilai Rp232,94 miliar, mengalami penurunan dibandingkan pada peride yang sama tahun lalu senilai Rp390,49.

David mengatakan manajemen Sido Muncul secara konservatif menargetkan pertumbuhan pendapatan maupun laba bakal mengalami kenaikan 10%.

Sido Muncul juga berada dalam posisi yang kokoh untuk memanfaatkan peluang di pasar herbal dan kesehatan konsumen yang terus berkembang, bahkan sejak awal 2025 penjualan ekpor mulai meningkat pesat.

“Penjualan ekspor terus naik memasuki Kuartal II-2025 pertumbuhan melejit naik 100%, setelah memiliki Direktur Ekspor Sido Muncul dan distributor yang kuat di Negeria,” tutur David.

Sebelumnya ekspor ke Negara Negeria itu hanya sebesar satu kontainer setiap tahun, namun kini meningkat menjadi tiga kontainer sampai empat kontainer setiap bulan. Bahkan ekspor Malaysia juga terus meningkat melebihi Negeria.

Sementara ekspor ke negara Afrika, Timur Tengah, Filipina, Australia, Amerika, Abu Dhabi Uni Emirat Arab dan negara lainnya juga terus meningkat, meski masih menggunakan traiding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *