KAI Wisata Kenalkan Pariwisata Berbasis Kereta Api di SMA Negeri 1 Semarang

SEMARANG[NuansaJateng] – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melaksanakan program “KAI Wisata Goes to School” dengan menggelar sosialisasi dini di SMA Negeri 1 Semarang.

Program ini merupakan bagian dari upaya KAI Wisata untuk memperkenalkan dunia pariwisata berbasis kereta api kepada generasi muda sejak dini, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas

KAI Wisata memperkenalkan berbagai produk dan layanan unggulan kepada siswa-siswi, di antaranya paket wisata heritage by train, program Edutrain KAI Wisata, serta destinasi wisata unggulan Lawang Sewu di Semarang dan Indonesian Railway Museum di Ambarawa yang dikelola perusahaan.

Komisaris PT Kereta Api Pariwisata Yudhistira mengatakan program Goes to School merupakan salah satu bentuk komitmen KAI Wisata dalam memperkenalkan wisata kereta api sejak dini kepada generasi muda, sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran berbasis sejarah dan budaya.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, siswa-siswi SMA dapat lebih mengenal dan mencintai warisan perkeretaapian Indonesia, serta memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk kegiatan studi tour mereka,” ujarnya saat sosialisasi di SMA Negeri 1 Semarang, Senin (11/5).

Yudhistira menambahkan, pendidikan dan pariwisata merupakan dua sektor yang dapat bersinergi dengan baik untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

“Kami melihat potensi besar dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan wisata heritage by train. Siswa-siswi tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat belajar secara langsung di lokasi bersejarah dengan perjalanan yang nyaman dan berkesan menggunakan kereta api,” tuturnya.

Ke depannya, KAI Wisata akan terus menggelar program Goes to School ke berbagai wilayah dan jenjang pendidikan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan ekosistem wisata berbasis kereta api yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin KAI Wisata Goes to School bukan hanya sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi pintu gerbang bagi generasi muda untuk menjelajahi dan mencintai kekayaan warisan perkeretaapian Indonesia. Melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah, kami percaya wisata heritage by train dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan nasional,” ujar Yudhistira. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *