Unwahas Siapkan Beasiswa Untuk Atlet Cabor Paralayang Berprestasi

SEMARANG[NuansaJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melakukan penjaringan calon mahasiswa baru penerima beasiswa dari kalangan atlet cabang olahraga (cabor) Paralayang melalui berbagai kegiatan di antaranya pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang diikuti komunitas olahraga Paralayang dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unwahas Dr Muhlisin MPd mengatakan kegiatan pelatihan P3K itu sudah dilaksanakan pada 13-14 Juni lalu di komplek kampus II Unwahas, Nongkosawit Gunungpati Kota Semarang.

“Tujuan kegiatan ini selain untuk membekali para atlet dan penggemar olahraga Paralayang tentang kesiapan dan kemampuan tanggap darurat jika terjadi insiden tak terduga yang dialami para pelaku  olahraga paralayang sekaligus dimanfaatkan  untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi dari komunitas olahraga Paralayang,” ujar Muhlisin di Semarang, Sabtu (21/6)

Menurutnya, selain itu sekaligus juga menjadi bagian dari implementasi program Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta mengoptimalkan pemanfaatan berbagai fasilitas atau sarana olahraga beresiko tinggi ini yang dimiliki Unwahas .

Sejak beberapa tahun lalu, lanjutnya, Unwahas mengalokasikan beasiswa para atlet berprestasi untuk mengikuti perkuliahan di berbagai program di perguruan tinggi NU di Semarang yang kini menyandang predikat akreditasi unggul ini.

Dia menambahkan, dari pembinaan yang dilakukan selama ini sejumlah mahasiswa sekaligus atlet berbagai cabor berhasil mengukir prestasi mulai dari tingkat regional, nasional dan internasional, diantaranya ada yang meraih juara dunia untuk cabor panjat tebing.

Ketua Pengurus Olahraga Paralayang Jawa Tengah Nur Cholis menuturkan, komunitas olahraga paralayang sekala ini sudah menjalin kerja sama dengan Unwahas untuk memasyarakatkan sekaligus mengembangkan  Cabor ini.

“Kami siap untuk mengarahkan dan mengupayakan semaksimal mungkin dalam pengembangan olahraga ini, sehingga naskah kerja sama yang telah ditandatangani dapat diimplementasikan dengan baik” ujarnya.

Dalam pelatihan P3K ini, tutur Nur Cholis, disampaikan sejumlah materi, di antaranya skenario kecelakaan yang mungkin terjadi dalam olahraga paralayang, mulai dari cedera ringan hingga kasus yang lebih serius,teknik-teknik dasar P3K seperti penanganan luka terbuka, penanganan fraktur (patah tulang), evakuasi korban, resusitasi jantung paru (RJP) dan  penggunaan peralatan P3K darurat.

Dosen FKIP sekaligus Sport Science dan Pelatih Paralayang Jawa Tengah, Dr Dian Listiarini M Or mennambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu pengabdian sebagai akademisi sekaligus pegiat olahraga paralayang untuk meningkatkan keselamatan dan memberikan cara pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan pada olahraga paralayang.

“Kegiatan ini sekaligus untuk meningkatkan minat mahasiswa Unwahas dalam olahraga dirgantara, khususnya paralayang,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *