Sido Muncul Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis di Bandung
BANDUNG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk memasuki usia ke-75, kembali menggelar operasi katarak gratis untuk 200 pasien, yang berlangsung di Rumah Sakit (RS) Maranatha, Kabupaten Bandung, Senin (2/2).
Kegiatan itu dilaksanakan Sido Muncul melalui salah satu produk unggulannya, Tolak Angin, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat dan RS Maranatha.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat kepada Direktur Utama RS Maranatha dr Ferdinan Sutejo MMR serta disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr Hj Yuli Irnawati Mosjasari MM dan perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat) dr Rizal A Fanany SpM(K).
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan operasi katarak pertama yang dilaksanakan oleh Sido Muncul pada 2026 dan menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan di Bandung dan sekitarnya.
“Ini operasi katarak yang pertama kali pada tahun ini di Kabupaten Bandung. Beberapa operasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat, dengan sebanyak 200 pasien,” ujar Irwan.
Irwan menambahkan inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen panjang perusahaan sejak 2011. Hingga saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 57.000 mata telah berhasil dioperasi melalui kerja sama dengan Perdami.
“Tahun lalu, kami sudah mengoperasi sebanyak 1.050 penderita katarak,” tutur Irwan.
Menurutnya, pemilihan Kabupaten Bandung sebagai lokasi kegiatan, didasarkan pada kesiapan pasien serta ketersediaan rumah sakit yang dapat diajak bekerja sama. Bahkan kolaborasi dengan rumah sakit menjadi faktor utama dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
“Di Bandung sudah ada laporan pasien yang terkumpul dan ada rumah sakit untuk bekerja sama. Kalau tidak ada rumah sakit, kami juga tidak bisa,” ujar Irwan.
Irwan menuturkan, masih tinggi angka penderita katarak di Indonesia. Bahkan jumlah penderita katarak terus bertambah sekitar 1% setiap tahun atau sekitar 280.000 orang, sehingga upaya penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Ini pekerjaan yang tidak akan selesai karena tiap tahun pasti bertambah. Pemerintah sudah masuk lewat BPJS, kami masuk di sela-sela itu,” tuturnya.
Menurutnya, sinergi dengan rumah sakit lokal sangat krusial karena perusahaan membutuhkan infrastruktur medis terstandar untuk tindakan bedah. Katarak, lanjutnya, merupakan penyakit degeneratif yang jumlahnya terus bertambah seiring bertambahnya usia populasi.
Selain katarak, Sido Muncul juga menegaskan komitmennya menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia.

Dia berharap para penderita katarak tidak memiliki kekhawatiran dan persepsi negatif mengenai operasi katarak agar kondisi tersebut dapat segera tertangani.
“Penglihatan sangat penting. Saya senang sekali bisa berpartisipasi untuk membantu masyarakat yang menderita katarak. Ya, kami berkomitmen terus untuk membantu mereka. Begini cara Sido Muncul untuk membantu mereka,” ujar Irwan.
Irwan juga berharap, para pasien yang sudah menjalani operasi katarak bisa menikmati hidup lebih baik lagi. “Ya, tentunya saya doakan mereka sehat dan bisa menikmati hidup normal kembali dengan mata yang sudah bisa melihat dengan baik,” tuturnya.
Dukungan penuh pun diberikan oleh Rumah Sakit Maranatha sebagai mitra Sido Muncul kali ini. Direktur Utama RS Maranatha dr Ferdinan Sutejo mengatakan kegiatan ini sejalan dengan komitmen rumah sakit yang selalu siap membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung dan sekitarnya.
“Rumah Sakit Maranatha sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul dan pemerintah daerah yang berkomitmen terus membantu masyarakat di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Kali ini kami menyiapkan ruang operasi dan poli khusus untuk pasien yang akan kontrol. Kami juga siapkan 10 dokter spesialis mata serta 2 dokter yang akan standby di rumah sakit untuk merespons apabila ada permasalahan pascaoperasi,” ujar dr Ferdinan Sutejo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Yuli Irnawati mengapresiasi kontribusi Sido Muncul, RS Maranatha, Perdami dan Selaras Foundation dalam membantu menurunkan angka kesakitan mata di wilayahnya.
Menurutnya, program operasi katarak massal ini mampu mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam mempersingkat waktu tunggu operasi yang selama ini terkendala keterbatasan dokter spesialis dan waktu operasi.
“Dengan adanya kerja sama, kolaborasi, dan CSR dari Sido Muncul ini sangat membantu mempercepat masyarakat mendapatkan pelayanan operasi katarak. Harapan kami, seiring dengan umur harapan hidup yang semakin panjang, masyarakat bisa tetap produktif dan berkualitas karena memiliki penglihatan yang baik,” tuturnya.
Data dari Perdami menyebutkan katarak menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi sorotan di Indonesia. DPBK Perdami Pusat dr Rizal A Fanany mengungkapkan sebagian besar kebutaan disebabkan oleh katarak.
“Angka kebutaan di Indonesia itu mencapai 3% dan 81% disebabkan oleh katarak. Jadi bisa dibilang, di antara penduduk Indonesia yang berjumlah 280 juta, kurang lebih 6,5 juta menderita katarak, dan setiap tahunnya ada 0,5% kejadian baru penderita katarak. Oleh karena itu, kami dari Perdami sangat berbahagia dengan adanya kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di sini,” ujar dr Rizal.
Bagi penderita katarak, operasi tersebut adalah kesempatan kedua untuk menyambung hidup. Kusman, warga Kampung Citamiang Kaler, Desa Cangkuang Kulon, sempat kehilangan harapan setelah kedua matanya tertutup katarak.
Sebagai mantan sopir kantor hukum, kehilangan penglihatan berarti kehilangan mata pencaharian. “Dulu, kalau keluar rumah harus merayap. Mau operasi, katanya biayanya Rp14 juta untuk satu mata. Uang dari mana?” tuturnya.
Setelah mengikuti program operasi gratis, Kusman kini kembali produktif mengangkut hasil tani dengan mengemudikan kendaraan sendiri.
Senada Dudud (58), warga Desa Nanjung menuturkan, pemulihan penglihatan adalah soal mempertahankan masa produktif. Informasi yang didapatkan terkait operasi katarak gratis dari Sido Muncul pun tak disia-siakan
“Saya dapat informasi operasi gratis dari grup RW, saya daftar dan alhamdulillah dapat. Terima kasih kepada Sido Muncul, seluruh jajaran rumah sakit, saya bersyukur sekali dapat operasi gratis ini. Sebelumnya penglihatan saya seperti ada kabut, sekarang sudah lebih jelas. Alhamdulillah prosesnya lancar dan cepat hanya 15 menit,” ujarnya.
