PDIP Jateng Gelar Kontes Budidaya Bahan Pangan Pengganti Beras

SEMARANG[NuansaJateng] – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar Kontes Bahan Pangan Pengganti Beras dalam rangka memperingati ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang ke-78, sekaligus mendukung visi kemandirian pangan.

Acara ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen partai terhadap isu ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat di tengah tantangan global.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kontes ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempopulerkan bahan pangan lokal sebagai alternatif pengganti beras.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya bicara soal ketersediaan beras, tetapi juga soal keberagaman pangan yang bisa dibudidayakan di daerah-daerah.

“Ada banyak bahan pangan lokal seperti jagung, ubi, sorgum, talas, hingga sukun yang sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya di Kantor DPD PDIP Jateng atau Panti Marhen, Kamis (23/1).

Dia menambahkan,  kontes ini melibatkan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok tani, komunitas pengelola hasil bumi, hingga kader partai di tingkat akar rumput.

Dalam konteks itu, peserta diminta membuat video yang mendokumentasikan kegiatan seperti penanaman, pengolahan, hingga pemanfaatan bahan pangan lokal tersebut.

Bahkan, hingga batas akhir pendaftaran, panitia telah menerima hampir 500 video dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Ini adalah wujud gotong royong. Kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan bahan pangan lokal, sehingga tidak terlalu bergantung pada beras. Apalagi bahan pangan ini tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga bisa mengurangi beban pengeluaran masyarakat,” tutur Agustina yang juga sebagai Wali Kota Semarang terpilih.

Kontes ini juga diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah dan sektor swasta untuk lebih serius mengembangkan sektor pertanian lokal.

“Kami berharap ini menjadi momentum agar bahan pangan pengganti beras seperti sorgum dan sukun lebih diperhatikan. Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan bahan ini juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain menggelar kontes, PDI Perjuangan Jawa Tengah juga tengah menyiapkan berbagai program pelatihan dan pendampingan teknis kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bahan pangan lokal.

Bahan pangan pendamping beras sebetulnya bernilai ekonomi yang tinggi, namun tergeser oleh pola konsumsi beras yang sudah sangat mengakar di masyarakat. Nilai ekonomi singkong , misalnya, dapat dilihat dari nilai perdagangan singkong dan produk olahannya. Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti tepung, keripik, dan gaplek.

Agustina menuturkan, kegiatan ini juga merupakan persembahan dari kader PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Kami ingin menunjukkan, seluruh kader memahami dan mendukung penuh visi Ibu Ketua Umum tentang pentingnya kemandirian pangan. Ini adalah langkah konkret kami untuk mewujudkan cita-cita besar itu,” tuturnya.

Acara puncak dari kontes ini akan digelar pada awal Februari dengan pengumuman pemenang sekaligus peresmian program-program lanjutan untuk pengembangan pangan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *