LKPP Sosialisasikan Penggunaan E-Katalog Versi 6
SEMARANG[NuansaJateng] – LKPP RI menggelar sosialisasi untuk pelaku usaha di Kota Semarang dalam penggunaan elektronik katalog (e-katalog) di MG Setos Semarang, Jumat (2/8).
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi mengatakan melalui sosialisasi ini diharapkan bisa membuat pelaku usaha terutama UMKM naik kelas. Bahkan pihaknya juga menggandeng mitra LKPP dari Komisi XI DPR-RI, Alamuddin Dimyati Rois atau Gus Alam untuk ikut memberikan pemahaman tentang manfaat e-katalog.
“Kami bersama Gus Alam memberikan sosialisasi kepada UMKM yang ada di Semarang tentang e-katalog. Prinsipnya ini waktu yang tepat bagi UMKM untuk naik kelas,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi seusai menutup kegiatan sosialisasi itu.
Hendi menambahkan, sesuai dengan Inpres 2 tahun 2022 tentang transaksi UMKM dengan pemerintah baik pusat, daerah hingga lembaga, sudah diatur minimal 40% harus melibatkan produk UMKM atau penyedia jasa UMKM.
“Lewat kebijakan tersebut akan bisa mendorong agar UMKM produknya bisa masuk ke pemerintahan. Karena banyak yang belum paham maka kita sosialisasikan bagaimana cara tayang di e-katalog,” tuturrnya.
Hendi mencontohkan jika ada UMKM yang hanya menjual satu produk makanan, maka pelaku usaha tersebut harus bisa memanfaatkan peluang. Misalnya dengan berkolaborasi dengan produk UMKM lain sehingga memiliki paket produk yang bisa menjadi pilihan.
Hendi menuturkan, jika di Jawa Tengah sudah menjadi pilot project dalam pemakaian e-katalog versi 6. Dalam e-katalog versi 6 ini ada beberapa perbedaan dari versi sebelumnya, yakni transaksi awal hingga pembayaran cukup melalui Dashboard e-katalog hingga adanya fitur pengawasan atau e-audit.
“Jadi kalau e-audit ini jika beberapa transaksi yang dianggap mencurigakan maka akan tersambung ke inspektorat di Provinsi Jateng dan alarm bunyi untuk di klarifikasi,” ujarnya.
Menurutnya, pada 2023 jumlah produk yang tayang di e-katalog mencapai 7,5 juta dimana 70% di antaranya adalah pelaku UMKM. Sementara total transaksi 2023 mencapai Rp196.7 triliun.
Sedangkan pada Semester pertama 2024, jumlah produk tayang mencapai lebih dari 8 juta dengan transaksi mencapai Rp170 triliun.
“Artinya di akhir 2024 target kami transaksi lewat katalog mencapai diatas Rp 300 triliun,” ujarnya. (rs)
