Upaya Pengendalian Inflasi, TPID Jawa Tengah Gelar Operasi Pasar Cabai
SEMARANG[NuansaJateng] – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah menggelaroperasi pasar cabai di sejumlah wilayah, Rabu (10/12).
Operasi pasar itu digelar sebagai upaya untuk menstabilkan harga komoditas pangan, khususnya cabai, yang dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan signifikan dan berpotensi memicu inflasi.
Operasi pasar perdana digelar pada 10 Desember 2025 di dua lokasi, meliputi Pasar Legi, Kota Surakarta dan Pasar Karangayu, Semarang.
Dalam operasi pasar ini, cabai dijual dengan harga Rp65.000/kg, lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat dan menahan lonjakan inflasi kelompok pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng Frans Tavares mengatakan operasi pasar bertujuan agar cabai bisa langsung tersalurkan ke konsumen dengan harga lebih terjangkau.
“Kami menindaklanjuti kondisi beberapa hari terakhir, ada peningkatan harga di beberapa komoditas yang bisa berpotensi menjadi inflasi, salah satunya di wilayah Surakarta,” ujarnya.
Frans menuturkan, kenaikan harga cabai biasanya terjadi pada November hingga Desember karena produksi menurun akibat pola tanam dan serangan hama saat musim lembap.
Untuk mengantisipasi, pemerintah sejak Juni hingga Agustus telah mendorong perluasan tanam dengan dukungan benih dan subsidi.
Selain cabai, komoditas lain yang dipantau adalah bawang merah, meski cabai tetap menjadi prioritas intervensi.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Wahyu Dewanti menambahkan, pola tanam cabai kini diatur sesuai musim dengan memanfaatkan teknologi greenhouse.
“Selain itu, pengembangan kawasan cabai seluas 300 hektare dilakukan di berbagai kabupaten/kota, agar panen jatuh pada bulan-bulan defisit (Oktober hingga Desember),” tuturnya.
Menurutnya, fluktuasi harga lebih banyak dipicu gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem seperti hujan dan banjir, bukan karena stok atau produksi. (rs)
