SIG Masuk Daftar Fortune Indonesia 100, Bukti Inovasi Semen Hijau
JAKARTA[NuansaJateng] – Di tengah dinamika industri bahan bangunan yang penuh tantangan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga kinerjanya tetap positif.
Perusahaan pelat merah ini mencatatkan pendapatan Rp36,19 triliun dengan laba bersih Rp720 miliar pada tahun fiskal 2024. Catatan tersebut mengantarkan SIG masuk dalam daftar bergengsi Fortune Indonesia 100 tahun 2025, menempati peringkat ke-33.
Daftar Fortune Indonesia 100 hanya diisi oleh perusahaan-perusahaan terbesar di tanah air berdasarkan pendapatan. Tahun ini, standar yang ditetapkan kian tinggi: minimal Rp11,42 triliun pendapatan pada 2024, naik dari ambang batas tahun sebelumnya.
Hal itu membuat daftar ini bukan sekadar barisan nama besar, tetapi juga tolok ukur konsistensi pertumbuhan, tata kelola perusahaan, hingga kepedulian pada para pemangku kepentingan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi bisnis perusahaan.
SIG bangga masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025 yang semakin menegaskan kepemimpinan perusahaan dalam persaingan di industri bahan bangunan di Indonesia.”
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh karyawan SIG Group untuk terus berkarya dan melanjutkan transformasi menjadi perusahaan solusi bahan bangunan terbesar di regional,” ujarnya.
Menurut Vita, SIG mampu menjaga profitabilitas melalui kombinasi strategi yang cermat: mengelola pasar ritel, mendukung proyek-proyek nasional, serta memperluas pasar ekspor. Semua itu diperkuat dengan program efisiensi dan peningkatan operational excellence yang dijalankan secara konsisten.
Namun, bukan hanya angka finansial yang mengangkat nama SIG. Inovasi semen hijau menjadi kunci lain keberhasilan. Produk ramah lingkungan ini mampu menekan emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional, berkat optimalisasi material ramah lingkungan serta penggunaan bahan bakar alternatif. Tak hanya lebih hijau, semen ini juga memberi kemudahan dalam pengerjaan konstruksi dan tetap memenuhi standar kualitas tinggi.
“Inovasi semen hijau dan produk turunannya berkontribusi sebesar Rp22,03 triliun atau 61% dari total pendapatan perusahaan pada 2024. Ke depannya, SIG akan semakin gencar mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk beralih ke semen hijau sebagai upaya kolektif mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Vita.
Pencapaian SIG ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon, melainkan arah masa depan industri bahan bangunan. Dengan fondasi finansial yang kokoh dan inovasi ramah lingkungan, SIG tak hanya menjaga posisinya di jajaran perusahaan terbesar, tetapi juga membawa misi lebih luas: membangun Indonesia yang maju sekaligus lestari.
