Sido Muncul Bersama Perdami Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis di Kabupaten Rembang
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk unggulan Tolak Angin menyambut HUT ke-75 November mendatang, kembali menggelar operasi katarak gratis untuk 50 pasien di Kabupataen Rembang dan sekitarnya.
Kegiatan sosial itu berlangsung pada Sabtu 24 Oktober 2026. Sido Muncul bekerja sama dengan RS Keluarga Sehat Rembang dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Tengah.
Bantuan secara simbolis diserahkan melalui pertemuan virtual oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat kepada Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSS) dan PT Keluarga Sehat Coverall (KSC), dr Benny Purwanto MARS, P H Eng. Penyerahan turut disaksikan jajaran rumah sakit, perwakilan Perdami, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dan Kodim Rembang.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan program tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Dia menilai operasi katarak memberikan manfaat langsung bagi penerimanya.
Menurutnya, Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan di Kabupaten Rembang ini merupakan rangkaian keempat pada tahun ini, setelah sebelumnya sukses memfasilitasi penanganan 200 mata di RS Maranatha Bandung dan Gorontalo.
Inisiatif ini, tutur Irwan, adalah wujud nyata empati korporasi terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan agar kualitas hidup mereka kembali meningkat.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan. Harapannya, bakti sosial operasi katarak gratis ini dapat membantu mengurangi angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya,” ujar Irwan.
Konsistensi Sido Muncul dalam program ini telah terlihat sejak menjalin kerja sama dengan Perdami pada 2011, dengan total pencapaian lebih dari 57.000 mata yang telah dioperasi di seluruh penjuru Indonesia.
“Bayangkan kalau buat mereka yang membutuhkan, operasi katarak gratis ini merupakan momen yang luar biasa,” tutur Irwan.
Irwan menambahkan, ketakutan terhadap operasi mata dan jarak menuju tempat pelayanan menjadi kendala dalam menjaring peserta pada masa awal program. “Ya, takut loh mata kalau dioperasi, itu semua takut. Ini kan kejadian 15 tahun yang lalu,” ujarnya.
Pada tahun kedua saat itu, Sido Muncul mulai menggandeng berbagai pihak, termasuk unsur TNI. Kerja sama tersebut membantu meningkatkan jumlah warga yang mendaftar untuk menjalani operasi.
“Nah, kemudian tahun kedua, kami bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi. Wah, itu pasiennya bertambah banyak. Kita operasi 3.000 peserta, kalau tidak salah, 3.000 peserta atau berapa. Langsung yang melapor, yang berminat, yang mendaftar itu banyak,” tutur Irwan.
Irwan mengatakan edukasi mengenai katarak turut mengubah pandangan masyarakat terhadap tindakan medis tersebut. Kesadaran bahwa katarak dapat ditangani hingga membuat lebih banyak warga bersedia menjalani operasi.
”Sekarang itu sudah disadari, semua orang ingin mengikuti operasi katarak,” ujar Irwan.
Sepanjang 2026, perusahaan tersebut telah mengoperasi 724 penderita katarak dan berencana melanjutkan kegiatan serupa karena penyakit ini bersifat degeneratif. Kegiatan sosial ini akan terus berkelanjutan.
”Jadi ini (operasi katarak) akan terus ada, tidak akan selesai, karena ini penyakit degeneratif. Operasi katarak ini sangat spesifik dan berkesan, karena begitu selesai dioperasi, pasien bisa langsung melihat hasilnya detik itu juga. Beda dengan obat atau operasi lainnya yang belum tentu langsung terasa sembuh. Makanya kami sangat senang bisa terus konsisten di program katarak ini,” tutur Irwan.
Dia juga menjanjikan rencana pelaksanaan operasi katarak gratis berikutnya kembali digelar bersama RS Keluarga Sehat Rembang yang dijadwalkan pada Mei 2027 mendatang.
Bagi Irwan, keberlangsungan sebuah usaha tidak hanya diukur dari aspek finansial semata, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk operasi katarak, bibir sumbing gratis dan bantuan penanganan stunting.
Sementara itu, Direktur Utama KSS dan KSC dr Benny Purwanto MARS P H Eng, menyambut baik dukungan perusahaan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis tersebut.
“Tapi bagaimanapun juga, Sido Muncul ini merupakan industri jamu karya anak bangsa yang identik dengan CSR. Terima kasih atas dukungannya kepada seluruh jajaran direksi dan juga seluruh aktivitas dari Sido Muncul,” ujar Benny.
Benny mengatakan rumah sakit memiliki fasilitas penunjang operasi, termasuk ruang operasi modular dengan tata udara steril, peralatan bedah mata, layanan bedah laser, instalasi gawat darurat, dan CT Scan 128 irisan.”Rumah Sakit Keluarga Sehat Sejahtera memiliki kapasitas 100 tempat tidur, bedah sentral, sistem ruang operasi modular dengan tata udara steril dan peralatan bedah mata yang canggih, serta bedah laser dengan harmonik skalpel, IGD lengkap, CT Scan 128 irisan,” tuturnya.
Dia menambahkan, fasilitas tersebut didukung tenaga profesional dan dokter spesialis yang menjalani pelatihan kerja langsung sebelum bertugas, kemudian Rumah Sakit ini juga didukung tenaga profesional dan tenaga medis.
“Ada 23 dokter spesialis yang menjalani pelatihan kerja langsung sebelum bekerja sehingga diharapkan tidak terjadi kegagalan saat menangani pasien,” ujar Benny.
Menurutnya, peserta operasi katarak kali ini berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Rembang dan berjumlah 50 orang.”Hari ini diikuti oleh 50 pasien untuk operasi katarak gratis di Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang ini. Para pasien ini berasal dari seluruh pelosok Kabupaten Rembang,” tutur Benny.
Direktur RS Keluarga Sehat Rembang, dr H Irawan Sanjoto Putro Sp OG berharap kegiatan tersebut memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, meningkatkan kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup,” ujar Irawan.
Salah seorang penerima manfaat, Karimin, mengaku sebelumnya takut menjalani operasi di rumah sakit umum. Setelah memperoleh penjelasan mengenai tindakan medis tersebut, dia akhirnya bersedia mengikuti program operasi gratis.
Setelah menjalani operasi, Karimin menyatakan kondisinya membaik dan tidak merasakan sakit. Dia berharap dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.
