Polda Jateng Luncurkan Progam PANCANAKA PESISIR

SEMARANG[NuansaJateng] – Polda Jateng memperkuat upaya pencegahan kriminalitas di wilayah pesisir dengan melibatkan nelayan sebagai mitra Kepolisiaan.

Melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polda Jateng meluncurkan program PANCANAKA PESISIR JATENG untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan resmi meluncurkan program yang merupakan singkatan dari Pencegahan Cepat Ancaman Kriminalitas Wilayah Pesisir Jawa Tengah tersebut di kawasan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Kamis (29/10).

Peluncuran program ini dihadiri pejabat utama Polda Jateng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, perwakilan instansi terkait, serta nelayan mitraDirektorat Polisi Perairan dan Udara Polda Jateng.

Melalui program PANCANAKA PESISIR JATENG, Kepolisian mendorong nelayan agar berperan aktif dalam mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, mencegah penyelundupan narkotika, serta melaporkan potensi tindak pidana di kawasan pesisir dan perairan Jawa Tengah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat pesisir menjadi salah satu kunci dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan.

Menurutnya, pelaku kriminal dapat memanfaatkan aktivitas melaut untuk menjalankan aksi penyelundupan narkotika maupun melakukan pelanggaran hukum lainnya.

Dia juga mengingatkan para nelayan agar tidak mudah tergiur tawaran upah besar dari pihak yang berpotensi melibatkan mereka dalam aktivitas ilegal.

Kondisi ekonomi masyarakat pesisir, lanjutnya, dapat dimanfaatkan oleh jaringan kriminal untuk merekrut nelayan sebagai perantara atau pelaksana kegiatan melanggar hukum. Karena itu, Kepolisian perlu memperkuat edukasi dan komunikasi agar masyarakat memahami risiko hukum dari tawaran tersebut.

“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming upah yang besar untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Jangan sampai niat mencari nafkah justru oleh pelaku kejahatan manfaatkan hingga merugikan diri sendiri dan keluarga,” ujarn Roy.

Kapolda menekankan bahwa masyarakat perlu mengenali modus kejahatan yang memanfaatkan kebutuhan ekonomi. Dia berharap nelayan dapat mengambil keputusan secara bijak dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Roy menegaskan bahwa Kepolisian tidak dapat menjaga keamanan wilayah pesisir secara optimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, ia mengajak nelayan untuk membangun komunikasi aktif dengan petugas dan segera menyampaikan informasi mengenai potensi gangguan keamanan.

“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi harus terwujud melalui tindakan nyata. Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga keamanan, sehingga pencegahan potensi kejahatan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” tuturnya.

Melalui PANCANAKA PESISIR JATENG, Polda Jateng ingin memperkuat pola pengamanan yang mengutamakan pencegahan. Nelayan menjadi mitra strategis Kepolisian karena mereka memiliki aktivitas rutin di laut dan mengenali kondisi lingkungan perairan di sekitarnya.

Keterlibatan nelayan juga mempercepat penyampaian informasi kepada petugas. Dengan demikian, kepolisian dapat menindaklanjuti indikasi tindak pidana sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Jateng Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga menambahkan, bahwa pihaknya menginisiasi program PANCANAKA PESISIR JATENG dengan mempertimbangkan luasnya wilayah perairan Jawa Tengah dan beragamnya aktivitas masyarakat pesisir.

Aktivitas perikanan, pelayaran, perdagangan, dan pariwisata di wilayah tersebut membutuhkan pengamanan yang melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu, Direktorat Polisi Perairan dan Udara mendorong perubahan pola pengamanan dari pendekatan reaktif menjadi lebih proaktif.

Pendekatan tersebut mengutamakan deteksi dini, pencegahan sejak awal, serta percepatan penyampaian informasi dari masyarakat kepada Kepolisian.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara juga menjalankan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pesisir, memberikan edukasi mengenai standar keselamatan pelayaran, membantu mencarikan solusi atas permasalahan nelayan, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).

“Melalui program ini, kami ingin membangun komunikasi dan kemitraan yang semakin kuat dengan masyarakat pesisir. Nelayan tidak hanya menjadi pihak yang menerima pelayanan kepolisian, tetapi juga mitra yang berperan penting dalam membantu menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan,” ujar Kobul.

Menurutnya, kemitraan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan dan keselamatan di wilayah pesisir merupakan tanggung jawab bersama.

Peluncuran PANCANAKA PESISIR JATENG juga menjadi momentum bagi Polda Jateng untuk mendukung kesejahteraan dan keselamatan masyarakat pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jateng menyerahkan bantuan secara simbolis kepada nelayan mitra Direktorat Polisi Perairan dan Udara berupa 100.000 benih ikan bandeng, 500 jaket pelampung, dan 500 potong sarung.

Nelayan mitra akan menebarkan benih ikan bandeng tersebut di tambak kelompok mereka. Bantuan ini dapat mendukung produktivitas perikanan sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, bantuan 500 jaket pelampung meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. Direktorat Polisi Perairan dan Udara juga mendorong masyarakat agar semakin memperhatikan standar keselamatan pelayaran untuk mengurangi risiko kecelakaan di perairan.

Bantuan melengkapi pendekatan PANCANAKA PESISIR JATENG tidak hanya berfokus pada pencegahan kriminalitas, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat yang menjadi mitra kepolisian.

Polda Jateng berharap program PANCANAKA PESISIR JATENG dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sinergi tersebut mampu menciptakan wilayah pesisir yang aman, tangguh, dan sejahtera. Selain mencegah penyelundupan narkotika dan tindak pidana lainnya, program ini juga mendorong peningkatan kesadaran hukum aktivitas di laut.

Polda Jateng mengajak masyarakat pesisir untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui komunikasi dan kerja sama yang kuat, kepolisian bersama masyarakat dapat mendeteksi potensi kejahatan lebih dini. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *