Sido Muncul Berkomitmen Dukung Penuh Kebijakan PLTS Atap
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berkomitmen tetap mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.
Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan Sido Muncul berada di garis depan dalam mendukung transisi energi nasional terutama pemanfaatan energi terbarukan.
“Kami sangat mendukung apapu kebijakan pemerintah, mengingat pemerintah pasti miliki alasan dan bekerja keras untuk yang terbaik,” ujar Irwan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11).
Pernyataan Irwan merespons kabar yang menyebut Sido Muncul mengkritik aturan PLTS atap, yang beredar setelah diskusi IESR di Semarang pada Rabu (26/11).
Dalam diskusi tersebut, Sido Muncul diwakili oleh Manager Energi Sido M, Iwan Setyo Nugroho, yang memaparkan perjalanan dan strategi perusahaan dalam penggunaan energi terbarukan.
Irwan menuturkan, tidak ada kritik terhadap kebijakan pemerintah, justru Sido Muncul mendukung penuh atas semua kebijakan terhadap Energi.
“Kami hanya memaparkan fakta di lapangan. Jika insentif PLTS berkurang, tentu minat investasi bisa menurun. Itu bukan kritik, itu realita industri,” tutur Irwan.
Sido Muncul menyambut baik kebijakan pemerintah yang mencabut batasan maksimal penggunaan PLTS atap 15% dan menggantinya dengan pengaturan kuota melalui Permen ESDM No. 2 Tahun 2024.
Bagi industri, kebijakan ini memberi ruang lebih luas untuk memaksimalkan investasi energi surya. “Kami mengapresiasi kebijakan baru ini. Justru membuat kami lebih optimistis menambah kapasitas PLTS atap,” ujar Irwan.
Sido Muncul berencana menambah kapasitas PLTS atap di fasilitas produksinya sekitar 1 megawatt (MW), menyesuaikan kebutuhan listrik perusahaan. Pengajuan penambahan kapasitas tersebut saat ini masih menunggu persetujuan PLN mengikuti skema.
Sebagai salah satu pelaku industri yang konsisten dalam transisi energi bersih dan kerap meraih penghargaan, Irwan berharap regulasi pengembangan PLTS atap ke depan akan lebih baik bagi industri.
Irwan menambahkan, dalam operasionalnya, Sido Muncul kini menggunakan berbagai sumber energi, termasuk energi terbarukan dan energi fosil.
Sido Muncul, lanjutnya, memanfaatkan energi surya (PLTS) atap, biomassa dari ampas jamu, gas bumi, serta masih menggunakan sebagian kecil listrik dari PLN (energi fosil) dan solar untuk boiler.
Bahkan Sido Muncul juga memperoleh Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN untuk memastikan penggunaan energi listrik mereka berasal dari sumber terbarukan.
“Sido Muncul memanfaatkan ampas jamu sebagai bahan bakar biomassa untuk boiler, menggantikan sebagian penggunaan solar. Kami juga memasang PLTS untuk menghasilkan listrik dari energi surya, mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional,” ujar Irwan.
Selain itu, tutur Irwan, Sido Muncul juga menggunakan gas bumi, yang merupakan sumber energi fosil, untuk kebutuhan operasional mereka. Sido Muncul juga masih menggunakan listrik dari PLN, namun sebagian besar sudah menggunakan REC untuk memastikan sumber energinya adalah energi terbarukan.
Penggunaan REC dari PLN disebut memberikan kontribusi signifikan dalam menekan emisi cakupan 2 yaitu emisi tidak langsung dari pembangkit energi yang dibeli oleh perusahaan.
Meski membutuhkan biaya lebih tinggi, langkah ini dianggap sepadan dengan dampak positif yang dihasilkan terhadap lingkungan.
Sementara itu, minyak solar masih digunakan untuk boiler, meskipun telah dikurangi dengan pemanfaatan biomassa dari ampas jamu.
“Sido Muncul telah mendapatkan sertifikat Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN, yang menunjukkan komitmen mereka dalam penggunaan energi terbarukan. Sido Muncul berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya,” tuturnya.
Irwan menambahkan, fokus manajemen saat ini adalah pada pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), sebagai uaya menjaga keseimbangan alam dan memastikan keberlanjutan bahan baku.
“Kalau kita merusak alam, pada akhirnya kita sendiri yang kekurangan sumber daya. Karena itu, kami berkomitmen penuh terhadap penggunaan energi terbarukan. Saat ini, 100% sumber energi kami berasal dari energi terbarukan, 91% di antaranya dari PLN melalui skema Sertifikat Energi Terbarukan (REC),” ujarnya.
Sido Muncul mencatatkan penurunan emisi karbon sebesar 91% selama 2024 dibandingkan dengan level 2021, jauh melampaui target awal perusahaan yang hanya 14%.
Dari capaian tersebut, 61% kontribusi berasal dari penggunaan biomasa sebagai sumber energi.
Tahun ini, Sido Muncul menargetkan penurunan emisi karbon tambahan sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya melalui peningkatan efisiensi energi secara menyeluruh.
“Target tinggal selangkah, EBT Sido Muncul sudah 91% sebagai pelopor industri jamu yang mengintegrasikan energi hijau, Sido Muncul mencatat pencapaian signifikan.
