Respon Gubernur Jateng Soal 19 Kepala Daerah PDIP Dilarang Retret di Magelang

SEMARANG[NuansaJateng] – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi turut berkomentar soal kepala daerah dari PDI Perjuangan yang dilarang partainya mengikuti kegiatan retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Luthfi mengatakan dia akan berangkat dan mengikuti kegiatan retret yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada 21 hingga 28 Februari. Termasuk juga dengan kepala daerah lainnya di seluruh Indonesia.

“Ikut semua dong, harus. Ini sebentar lagi saya berangkat,” ujarnya usai acara Rapat Paripurna agenda Pidato Sambutan Gubernur Jateng Masa Jabatan 2025-2030 di Gedung Berlian DPRD Jateng, Jumat (21/2) pagi.

Saat disinggung terkait Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melarang kepala daerah PDIP mengikuti retret di Akmil Magelang, Luthfi menyebut tidak tahu. Dia meminta hal ini ditanyakan kepada pihak PDIP.

“Wah saya enggak tahu, ya tanya ke sana. Kalau saya retreat,” tutur Mantan Kapolda Jawa Tengah itu.

Seperti dberitakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada kepala daerah dari partainya untuk menunda ikut agenda retreat yang digelar pada 21-28 Februari 2025.

Instruksi itu disampaikan oleh Megawati menyusul penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Kamis (20/2/2025). Instruksi tertuang dalam surat DPP PDIP Nomor 7294/IN/DPP/II 2025 yang diteken per 20 Februari 2025.

“Diinstruksikan kepada seluruh kepada daerah dan wakil kepala daerah PDIP, untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retreat di Magelang pada 21-28 Februari 2025,” demikian bunyi instruksi tersebut.

Sementara di Jawa Tengah, dari 35 kota/kabupaten, terdapat 19 kepala daerah yang berasal atau diusung oleh PDI Perjuangan pada Pilkada serentak 2024, meliputi Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang.

Kemudian Kabupaten Banyumas, Brebes, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Purworejo, Semarang, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri dan Kabupaten Wonosobo. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *