Prospek Sido Muncul Makin Menjanjikan Bakal Tumbuh Laba Signifikan

SEMARANG[NuansaJateng] – Penjualan Tolak Angin, produk andalan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), bakal meningkat sehubungan masuknya musim hujan pada akhir tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan berpandangan, prospek bisnis Sido Muncul terlihat semakin menjanjikan memasuki Semester II-2024.

“Kami memproyeksikan, Sido Muncul (SIDO) mencetak pendapatan dan laba bersih tumbuh lebih dari 20% pada Semester II-2024 berkat musim hujan di kuartal IV dan menurunnya biaya bahan baku,” ujarnya dikutip dalam riset.

Proyeksi Rizkia terkait pertumbuhan bottom line ini cukup gede bila dibanding perkiraan manajemen SIdo Muncul yang cukup moderat minimal di atas 10% pada tahun ini.

Menurutnya, musim hujan akan selalu menjadi momen strategis bagi penjualan Tolak Angin yang telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

Sentimen ini, lanjutnya, menguntungkan bagi Sido Muncul, mengingat Tolak Angin merupakan tulang punggung pendapatan perseroan dengan kontribusi sekitar 50% dari total pendapatan.

Dengan margin laba kotor tertinggi di antara produk lainnya, segmen obat herbal dan suplemen yang mencakup Tolak Angin, diperkirakan terus membukukan pertumbuhan signifikan.

Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan akan mulai merata di Indonesia pada kuartal IV 2024, dengan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah.

“Kondisi cuaca ini diyakini akan meningkatkan permintaan Tolak Angin, yang dikenal sebagai solusi herbal untuk menjaga daya tahan tubuh,” tutur Rizkia.

Di sisi lain, Sido Muncul juga terus berinovasi dalam hal distribusi sehingga memperluas jangkauan produk Tolak Angin. Sejak Mei dan Juli 2024, Sido Muncul mulai mendistribusikan produknya langsung ke gerai Alfamart dan Indomaret.

Langkah ini diprediksi menggenjot margin kotor hingga 5% dan menambah volume penjualan sampai 5%. Dengan kombinasi musim hujan yang menguntungkan, inovasi distribusi, dan pertumbuhan pasar ekspor.

Sementara itu, Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat optimis bakal terus mencatat kinerja keuangan solid di sisa 2024.

Sepanjang Semester I-2024, emiten berkode saham SIDO tersebut berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 608,49 miliar, naik 35,8% dari periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, margin di segmen herbal mencapai 70,6% pada paruh pertama tahun ini, alias mencerminkan efisiensi operasional dan harga bahan baku yang lebih rendah.

Di pasar internasional, Sido Muncul berhasil mencatatkan pertumbuhan ekspor yang mengesankan. Pendapatan dari ekspor meningkat 73% pada Semester I-2024 dengan pasar utama termasuk Malaysia, Filipina, dan Nigeria.

Manajemen Sido Mumncul menargetkan kontribusi ekspor mencapai 15% dalam 3 hingga 5 tahun mendatang, menjadikan pasar internasional sebagai salah satu penopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

David mengatakan peluang ekspor produk-produk Sido Muncul di pasar dunia masih terbuka lebar dan hingga saat ini ekspor yang dilakukan sudah berkontribusi 8% pada semester I/2024.

“Ke depannya, kami menargetkan kinerja ekspor dapat terus tumbuh dengan memperkuat jaringan distribusi di negara-negara yang dituju, merambah negara baru, serta memperkenalkan produk baru untuk ekspor,” ujarnya, Jumat (13/9).

David menambahkan, pada Semester II/2024, Sido Muncul akan melanjutkan berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kinerja.

“Baik untuk mendorong penjualan dan efisiensi biaya. Manajemen menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih minimum 10% (yoy) sampai akhir 2024,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *