Primaya Hospital Luncurkan Layanan Smart Fertility Clinic in IVF
SEMARANG[NuansaJateng] – Primaya Hospital Group meluncurkan Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization (IVF) di Semarang, Jumat (8/8).
Launching tersebut merupakan yang ke 4, setelah sebelumnya telah dibuka di Bekasi, Jakarta dan Makasar.
CEO Smart Fertility Clinic dr Laura Leandra Setiawan mengatakan soft opening Smart Fertility Clinic in IVF di Primaya Hospital Semarang ini diharapkan akan membantu pasangan suami istri yang belum mendapatkan anak.
Layanan yang diberikan di sini, tidak hanya program bayi tabung namun juga inseminasi, promil atau hamil alami (induksi ovulasi), pemeriksaan kromoson, teknologi dan layanan terkini lainnya dan pemeriksaan awal promil seperti konsultasi.
Ada lima dokter yang bertugas Smart Fertility Clinic in IVF di Primaya Hospital ini, dengan penanggungjawabnya adalah Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG SubspFER MPH yang juga merupakan pendiri Smart IVF.
dr Laura menambahan, jika saat ini infertilitas atau ketidaksuburan (kondisi medis dimana pasangan suami istri mengalami kesulitan untuk mencapai kehamilan) mengalami peningkatan.
Hal ini bisa dipicu karena gaya hidup diantaranya makan yang tidak sehat (banyak makan makanan yang mengandung pengawet, makanan cepat saji dan lainnya). Juga karena faktor lingkungan seperti polusi.
Penyebab infertilitas bisa berasal dari pihak wanita, laki-laki, maupun faktor lain seperti gaya hidup dan genetis.
Namun, lanjutnya, dengan adanya teknologi bayi tabung atau in Vitro Fertilization (IVF) dengan didukung teknologi modern, dengan harga terjangkau pula, dapat menjadi salah satu solusi terbaik bagi pasangan yang sulit mendapatkan keturunan.
”Peminat cukup banyak. Dari Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization yang telah buka, rata-rata ada 100 pasien per harinya. Sedangkan untuk program bayi tabung tingkat keberhasilannya adalah dari 10 pasien, tujuh pasien berhasil,” tuturnya.
Untuk pembukaan Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization (IVF) di Primaya Hospital saat ini banyak ditawarkan paket diskon. Sedangkan untuk program bayi tabung minimal berkisar Rp40 juta-an sampai Rp125 juta.
Sementara itu, dr Budi Wiweko menuturkan, Smart Fertility Clinic in Vitro Fertilization menawarkan layanan fertilitas secara holistik.
Dengan beberapa metode fertilitas tidak hanya bayi tabung tetapi beragam paket yang sesuai dengan pasangan dan dengan biaya yang terjangkau, sehingga pasien tidak perlu ke luar negeri.
Bayi tabung menjadi metode reproduksi buatan yang paling efektif. Untuk program bayi tabung, menurutnya rata-rata tingkat keberhasilan adalah 70%.
”Jadi, pasangan suami istri dalam program bayi tabung ini, akan diambil sel telur dan embrio yang paling baik, kemudian didukung dengan alat dan teknologi yang modern dan sumber daya manusia (SDM) yang baik juga, yang selanjutnya dilakukan sejumlah langkah lainnya.” ujarnya. (rs)
