Pergerakan Penumpang di Bandara A Yani Semarang Naik 6,3%

SEMARANG[NuansaJateng] – Bandara Internasional Jenderaal Ahmad Yani Semarang  mencatat pergerakan penumpang pesawat udara sebesar 6,3% pada Semester I- 2025 jika dibandingkan dengan periode yang sama 2024 lalu.

Pada Januari – Juni 2025, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani sebanyak 1.104.719 penumpang, sementara tahun lalu hanya 1.038.778 penumpang.

Selain pergerakan penumpang, pergerakan pesawat udara juga mengalami peningkatan.

Dari 8.467 pergerakan pesawat udara pada Semester I- 2024 menjadi 9.214 pergerakan pesawat udara pada periode 2025 atau tumbuh sekitar 9%.

General Manager PT Angkasa Pura IndonesiA Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Fajar Purwawidada mengatakan peningkatan signifikan di pergerakan kargo, catatan dari pertumbuhan sektor ini dapat mencapai sebesar 65%.

Pada Januari-Juni 2025 ini pergerakan kargo ada di angka 13.198 ton, sementara tahun lalu di periode yang sama hanya 8.000 ton.

“Periode Januari hingga Juni 2025, pergerakan penumpang tertinggi pada April 2025, yakni sebanyak 218.294 penumpang. Artinya rata-rata ada 7.300 penumpang per hari yang tiba dan berangkat dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang,” ujar Fajar.

Hal itu, lanjutnya, didukung adanya momentum libur lebaran Idulfitri 2025 di bulan tersebut.

Fajar optimistis terhadap prospek pergerakan penumpang, pergerakan pesawat udara, dan kargo hingga akhir tahun 2025 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

“Apalagi dengan akan mulai beroperasinya rute-rute penerbangan internasional, yakni rute Semarang-Kuala Lumpur dilayani maskapai AirAsia pada 5 September 2025,” tuturnya.

Sedangkan untuk rute Semarang-Singapura, tutur Fajar, segera berlaku pada Desember 2025 didukung oleh maskapai Scoot.

Sebagai informasi, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melayani konektivitas ke 17 destinasi domestic, di antaranya ke Jakarta (CGK dan HLP), Bali (DPS), Balikpapan (BPN), Banjarmasin (BDJ), Pangkalanbun (PKN), Pontianak (PNK), Sampit (SMQ), Palangkaraya (PKY), Tarakan (TRK), Makassar (UPG), Batam (BTH), Kualanamu (KNO), Jambi (DJB), Pangkalpinang (PGK), Lombok (LOP), dan Karimunjawa (KWB). (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *