Pemkot Semarang Luncurkan Layanan Satu Atap TBC

SEMARANG[NuansaJateng] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9).

Program ini menjadi langkah penting dalam upaya percepatan eliminasi TBC nasional.

OSS TBC dirancang untuk menghadirkan layanan cepat, komprehensif, dan gratis di satu lokasi.

Warga dapat melakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler berbasis usap dahak atau lidah dengan hasil dalam hitungan menit, serta rontgen pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kelainan paru. (rs)

“Jumlah kasus TBC di Kota Semarang hingga pekan ini tercatat 3.698. Dengan studi pra-pilot ini, kami ingin warga terdeteksi lebih dini, mendapatkan pengobatan cepat, dan memutus rantai penularan,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Studi ini berlangsung Agustus–Desember 2025 di dua kota, Semarang dan Bogor.

Di Semarang, OSS TBC dilaksanakan di tiga Puskesmas meliuti Bangetayu, Ngaliyan, dan Gunungpati, dengan target 10.000 peserta Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus).

Selain layanan TBC, Pemkot Semarang juga tengah memfinalisasi pembangunan layanan rawat inap di Puskesmas Bangetayu untuk memperkuat akses kesehatan dasar masyarakat.

“Semarang ingin menjadi model kota tangguh dalam penanggulangan TBC. Kami optimis eliminasi TBC pada 2028 bisa terwujud dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan mitra internasional,” tutur Agustina.

Program ini mendapat sambutan positif warga. Seorang kader kesehatan Bangetayu Wetan menyebut program ini sangat membantu masyarakat, sementara warga lain menilai langkah Pemkot semakin mempererat hubungan dengan masyarakat.

Studi pra-pilot OSS TBC tidak hanya menguji efektivitas alat dan alur layanan, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan, logistik, integrasi data, hingga efisiensi biaya.

Hasilnya akan menjadi masukan penting untuk kebijakan nasional eliminasi TBC.

“Semarang siap menjadi bagian dari sejarah besar Indonesia menuju bebas TBC,” ujar Agustina. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *