Pastikan Harga Pangan Terjaga, Ahmad Luthfi Pantau Harga Pasar Tradisional

JEPARA[NuansaJateng] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memantau langsung harga pangan di sejumlah pasar tradisional, guna memastikan harga pangan tetap terjaga selama Ramadhan dan jelang Lebaran 2025.

Pantauan harga itu dilakukan bersama dengan dinas terkait di Pasar Pagi Pecangaan, Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa, (4/2).

Berdasarkan pantauannya, memang ada sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikkan harga, namun masih dalam batas yang wajar.

“Dua bahan pokok naik, bawang merah dan bawang putih. Kenaikan tidak terlalu signifikan,” ujar Ahmad Luthfi usai pantauan di pasar.

Kenaikan itu disebabkan karena meningkatnya permintaan. Hal itu dianggap masih batas wajar, terlebih lagi pada Ramadan ini banyak kebutuhan dapur yang harus dicukupi rumah tangga.

Luthfi sudah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memantau harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) secara harian. Hal itu penting dilakukan, agar tidak terjadi gejolak harga pangan maupun kelangkaan ketersediaan stok di masyarakat. Di sisi lain, pantauan harian itu dijadikan rujukan saat akan mengambil langkah berikutnya.

Mantan Kapolda Jateng itu mengaku telah bekerja sama dengan Polda Jateng. Tujuannya mengawasi distribusi bahan pangan sekaligus mencegah penimbunan.

“Untuk pantauan, kita kerja sama dengan Polda Jateng agar tak ada penimbunan. Terus dipantau,” tuturnya.

Dia juga telah mempersiapkan opsi lanjutan jika nanti benar-benar terjadi lonjakan harga yang signifikan atau stok bahan pangan yang menipis di pasar. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar guna mestabilkan harga.

“Kalau naik signifikan, ya kita nanti operasi pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Jateng, Dyah Lukisari menuturkan, sejumlah bahan pangan di Jepara mengalami kenaikan meski secara umum stabil di Jateng.

Komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya adalah bawang merah, yang semula harganya Rp36.000 per kilogram naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Kemudian harga telor naik dari Rp26.000 per kilogram menjadi Rp29.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini salah satunya karena kenaikan konsumsi di bulan puasa ini. Bukan hanya konsumsi untuk pribadi, tapi juga karena banyaknya umat muslim yang berbagi makanan saat bulan puasa ini,” ujar Dyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *