Mahasiswa SV Undip Ikuti Program Students Exchange di Akashi College Jepang

SEMARANG[NuansaJateng] – Empat mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), mengikuti program student exchange atau pertukaran pelajar atau mahasiswa.

Student exchange tersebut dilakukan empat mahasiswa Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur SV Undip di Akashi National College of Technology, Jepang.

Kegiatan pertukaran pelajar ini dilaksanakan mulai 1 Juli hingga 25 Juli 2025, sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional antara kedua institusi pendidikan.

Adapun mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini terdiri Rosiana Anggraeni Hedwig, Nabiilah Aulia, Gabriella Ayuning Dwi Syahputro, dan Dzikri Wikananda Ernanto.

Ketua Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Sekolah Vokasi Undip, Asri Nurdiana mengatakan program pertukaran mahasiswa ini bertujuan untuk mempererat hubungan akademik dan institusional antara Sekolah Vokasi Undip dan Akashi College yang selama ini telah terjalin dengan baik.

”Selain itu kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan internasional, baik dalam aspek akademik maupun budaya,” ujarnya, Jumat (18/7).

Asri Nurdiana menuturkan, selama mengikuti program tersebut, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan akademik, seperti kuliah dan diskusi teknik, serta observasi langsung di laboratorium dan proyek-proyek lokal.

Di samping itu, mereka juga mendapatkan pengalaman budaya yang berharga melalui kegiatan bersama mahasiswa lokal dan kunjungan ke berbagai situs budaya di Jepang.

Partisipasi mahasiswa dalam program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi global, kepercayaan diri, dan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam dunia kerja internasional di masa depan.

”Sekolah Vokasi Undip terus berkomitmen untuk mendukung internasionalisasi pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan institusi luar negeri dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswanya untuk berkembang di tingkat global,” tuturnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *