Lazisnu Jateng Sembelih dan Bagikan Daging Hewan Kurban Presiden Prabowo
SEMARANG[NuansaJateng] – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Tengah akan menyembelih 8 hewan sapi, 1 kerbau dan 1 kambing dalam perayaan hari raya Idul Adha tahun 1446 H (2025).
Ketua Lazisnu PWNU Jawa Tengah Muhammad Mahsun mengatakan di antara hewan-hewan kurban yang akan disembelih itu satu di antaranya dari presiden Indonesia Prabowo Subianto. Penyembelihan akan dilaksanakan di halaman sekretariat PWNU Jateng, Ahad (8/6).
“Ada tiga lokasi penyembelihan, selain di halaman PWNU Jateng Jl Dr Cipto 180 Semarang juga dilakukan penyembelihan di Kudus dan Pati. Prosesi penyembelihan dijadwalkan akan dimulai pukul 08.00 WIB,” ujar Muhammad Mahsun, Sabtu (7/6).
Menurutnya, selain Presiden Prabowo, beberapa pihak yang mempercayakan kepada Lazisnu Jateng untuk menyembelih dan membagikan daging hewan kurban adalah PR Djarum Kudus (1 ekor sapi), DPW PKB Jateng dan FKB DPRD Provinsi Jateng (3 sapi), FKB DPRD dan DPC Kota Semarang (1 ekor sapi).
Selanjutnya 1 ekor sapi dari Fathan Subchi (Badan Pemeriksa Keuangan/BPK RI), LP Ma’arif PWNU Jateng (1 ekor sapi), Hj Hindun Annisa, Anggota FKB DPR RI (1 ekor kerbau) dan Siti Marhamah, Anggota FKB DPR RI (1 ekor kambing)
Karena hari raya Idul Adha 1446 H jatuh hari Jum’at, lanjutnya, maka prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dua hari setelah hari raya Idul Adha, tepatnya hari Ahad atau 12 Dzulhijjah yang masih dalam suasana hari tasyrik.
Dia menambahkan, tidak dilaksanakannya penyembelihan hewan kurban tepat setelah sholat Id karena hari raya kurban tahun ini bersamaan dengan hari Jumat sehingga waktu pengepakan dan pendistribusian daging korban terlalu pendek.
Karena itu, prosesi penyembelihannya dilaksanakan dua hari setelah sholat Id agar proses pendistribusiannya lebih maksimal. Daging – daging korban akan didistribusikan langsung kepada warga oleh panitia.
“Kita sudah berkali-kali menyelenggarakan kegiatan seperti ini, terkait dengan pendistribusian sudah ada sistem yang rapi sehingga tidak ada antrean penerima daging korban di lokasi penyembelihan dan pembagian daging korban,” tuturnya.
