Keuangan Tetap Kuat, Manajemen Sido Muncul Tebar Dividen 100%

SEMARANG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memutuskan membagikan 100% seluruh laba bersih tahun buku 2024 sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.

Manejemen Sido Muncul menyatakan keputusan pembagian dividen penuh didasarkan pada kondisi keuangan perusahaan yang tetap kuat, serta minimnya kebutuhan belanja modal besar tahun ini.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan pembagian 100% dividen tersebut adalah bentuk komitmen kuat Sido Muncul dalam memberikan imbal hasil konsisten kepada pemegang saham, karena belum terdapat rencana CAPEX besar pada tahun ini.

Menurutnya, tekanan kinerja di awal tahun ini hanya bersifat sementara. Pelemahan pada Kuartal I-2025 di antaranya disebabkan oleh pergeseran momentum Ramadan dan Lebaran, serta perpanjangan pembatasan distribusi.

Namun, tutur David, penjualan pada April 2025 disebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan April 2024.

Total dividen yang dibagikan mencapai sebesar Rp 630 miliar atau sekitar Rp21 per saham, mencerminkan payout ratio sebesar 100%.

Sido Muncul melakukan aksi pembagian dividen ini di tengah kinerja Kuartal I- 2025 yang mengalami tekanan. Laba bersih Sido Muncul tercatat turun 40,4% secara tahunan menjadi Rp232,94 miliar, seiring penurunan pendapatan 25,1% menjadi Rp789,1 miliar.

David menambahkan, Sido Muncul tetap mengandalkan kekuatan fundamental. Hal ini memungkinkan perusahaan tetap membagikan dividen tanpa mengganggu rencana pertumbuhan jangka panjang.

“Keseimbangan selalu dijaga lewat arus kas operasional yang kuat, neraca tanpa utang, dan efisiensi belanja modal yang disiplin dalam mengalokasikan kas untuk ekspansi dan inovasi tanpa mengorbankan dividen,” ujar David, Kamis (8/5).

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat

Sido Muncul juga memastikan kebijakan dividen tidak menghambat strategi ekspansi, inovasi produk, maupun penetrasi pasar baru. Perusahaan tetap menargetkan profitabilitas membaik dalam beberapa kuartal ke depan, seiring normalisasi distribusi dan membaiknya permintaan pasca-Lebaran.

“Fundamental bisnis Sido Muncul tetap solid, didukung kepemimpinan pangsa pasar yang terjaga, efisiensi biaya, dan inovasi produk berkelanjutan yang sesuai dengan tren serta kebutuhan masyarakat,” tutur David.

David menambahkan, manajemen Sido Muncul secara konservatif menargetkan pertumbuhan pendapatan maupun laba bakal mengalami kenaikan 10%.

Namun, tutur David, memasuki Kuartal II-2025 kinerja manajemen bakal kembali meningkat, bahkan optimis hingga Semester I-2025 dipastikan pertumbuhan penjualan dan pendapatan bakal naik 10% dibanding periode yang sama 2024.

David menuturkan, kinerja solid pada 2025 bakal mendoromg terjadinya peningkatan volume penjualan, ekspansi pasar yang berkelanjutan, inovasi produk, serta penguatan posisinya sebagai pemimpin industri herbal di Indonesia, meskipun menghadapi tantangan ekonomi makro.

Sementara untuk tahun ini, Sido Muncul berupaya terus memperluas jaringan distribusi, meningkatkan penetrasi pasar, dan mempercepat inovasi produk.

“Perusahaan optimis kinerja mencapai pertumbuhan 10% dalam penjualan dan laba bersih, dengan memanfaatkan ekuitas merek yang kuat, posisi keuangan yang solid dan komitmen terhadap inovasi,” ujar David.

Saat ini Sido Muncul masih menguasai 72% pasar produk herbal di Indonesia, dengan produk unggulan seperti Tolak Angin, Kuku Bima dan Esemag. Bahkan potensi pasar domestik juga bakal terus digenjot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *