Pemprov Jateng Libatkan Mahasiswa Udinus Tekan Sampah Pangan MBG

SEMARANG[NuansaJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Gizi Nasional, menggandeng civitas akademika Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) untuk meminimalkan sampah pangan. Kerja sama itu diwujudkan melalui kampanye stop boros pangan berbasis media audiovisual, yang menyasar siswa sekolah dasar pada 23 sekolah di Semarang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari mengatakan agenda itu merupakan tindak lanjut kerja sama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan rektor perguruan tinggi se-Jawa Tengah. Dari situ, kolaborasi dijalin dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus.

Dyah menambahkan, berdasarkan evaluasi, sampah pangan kerap ditemukan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyebabnya beragam, mulai dari faktor rasa hingga ketidaksukaan siswa terhadap menu tertentu, seperti sayuran.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Udinus dilibatkan untuk menyiapkan materi kampanye yang mempromosikan pentingnya asupan pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), sekaligus mendorong siswa menghabiskan makanan yang disajikan.

Penyampaian dilakukan melalui pendekatan komunikasi yang menarik, seperti video dan animasi, yang sesuai dengan usia anak SD.

“Maka kita gandeng. Kami siapkan substansinya, Udinus menyiapkan dari sisi ilmu komunikasi dan IT. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis,” ujar Dyah.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer Udinus, Dr Pujiono, mengapresiasi kerja sama tersebut. Dia berharap, kolaborasi ini dapat memperkaya pengalaman mahasiswa di lapangan. Sebanyak 230 mahasiswa akan terlibat dalam kampanye stop boros pangan.

“Penyampaian pesan bisa melalui animasi, video, maupun tulisan, yang disesuaikan dengan usia siswa SD,” tuturnya.

Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Riyan Eko Prasetyo, menyebut program ini sebagai terobosan untuk mendukung penyelenggaraan MBG. Selain mengampanyekan stop boros pangan, kerja sama itu juga diharapkan memberi masukan bagi program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

“Output-nya menjadi data bagi kami sebagai bahan evaluasi pada SPPG dalam produksi MBG, agar tidak menimbulkan pemborosan pangan,” ujar Riyan, yang menjabat sebagai Pendamping Koordinator Regional Provinsi Jawa Tengah.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Udinus, Widya Wardani, mengaku tertantang dengan tugas tersebut. Dia berencana membuat konten video pendek yang menarik bagi anak-anak.

“Ini penting karena stop boros pangan juga berdampak pada lingkungan dan keberlanjutan hidup manusia,” tutur Widya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *