Jaga Kebersihan Air Waduk Jatibarang Unwahas Raih Penghargaan MURI
SEMARANG[NuansaJateng]- Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) Semarang atas dedikasinya dalam membersihkan dan menjaga kebersihan air di lihgkungan waduk Jatibarang Semarang.
Rektor Unwahas Prof Dr KH Mudzakir Ali, MA mengatakan partisipasi Unwahas dalam Festival Eco-Enzyme 2024 yang digelar oleh UI Green Matric dan terhubung secara Nasional melalui aplikasi Zoom dicatat MURI telah memecahkan rekor sebagai perguruan tinggi yang terbanyak dalam menuangkan ekoenzim di kawasan waduk.
“Festival bertujuan untuk membersihkan dan menjaga kebersihan lingkungan air di Indonesia oleh perguruan tinggi, digelar 17 Agustus lalu,” ujar Prof Mudzakir di Semarang, Selasa (20/8).
Menurutnya, partisipasi Unwahas dalam festival ini merupakan bentuk komitmen terhadap setiap program pelestarian lingkungan,termasuk program gerakan penjernihan air secara nasional melalui kegiatan penuangan ekoenzim yang berlangsung serentak se-Indonesia pada 17 Agustus bersamaan dengan HUT ke-79 kemerdekaan RI beberapa hari lalu.
Festival ini, lanjutnya, diikuti 45 perguruan tinggi se-Indonesia, Unwahas mendapatkan giliran ke-8 untuk menuangkan ekoenzim langsung di Waduk Jatibarang, Kota Semarang. Tak kurang dari 50 liter ekoenzim dituangkan oleh Tim Unwahas di Waduk Jatibarang dengan harapan dapat menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area waduk.
Dia menambahkan, proses penuangan ekoenzim di Waduk Jatibarang dilakukan di dua titik lokasi, meliputi di pinggir dan tengah waduk dengan menggunakan perahu. Prosesi penuangan ekoenzim yang dilakukan oleh pimpinan Unwahas yang didampingi para dosen dan mahasiswa program studi teknik kimia Fakuktas Teknik Unwahas.
MURI Semarang, dia menambahkan, mengapresiasi atas upaya Unwahas dalam gerakan partisipasi menjaga lingkungan ini dengan mencatatnya sebagai perguruan tinggi yang menuangkan ekoenzim terbanyak dalam catatan rekor MURI.
Kepala Program Studi Teknik Kimia Fakuktas Teknik Unwahas, Indah Hartati menuturkan, ekoenzim yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan hasil uji praktek mahasiswanya.
“Kami menggunakan ekoenzim yang dibuat langsung oleh mahasiswa teknik kimia Unwahas yang kebetulan mengambil mata kuliah TPLP atau Teknologi Pengelolaan Limbah Padat” tuturnya.
Dosen prodi Teknik Kimia Unwahas, Rita Dwi Ratnani Dosen menambahkan, ekoenzim dibuat dari fermentasi limbah, ekoenzim ini merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik, terutama kulit buah, yang dibuat oleh mahasiswa.
Prodi Teknik Kimia Unwahas dibawah Fakulas Teknik saat ini kegiatan perkuliahannya berada di Kampus II Gunungpati Kota Semarang, gedung baru yang baru saja ditempati itu dilengkapi dengan laboratorium yang lengkap dan dapat mendukung kegiatan praktek dan penelitian mahasiswa.
“Mahasiswa kami bimbing dan kami fasilitasi laboratorium untuk melakukan penelitian, seperti halnya pembuatan ekoenzim ini yang berfungsi untuk memperbaiki ekosistem air dan mendegradasi pencemaran di dalamnya” ujarnya
