Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat

Irwan Hidayat Kampanyekan Investasi Saham Lebih Menjanjikan

UNGARAN[NuansaJateng] – Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan, dengan pembelian saham dipastikan bakal memiliki berbagai peluang menarik di tengah ketidakpastian global.

Bagi Irwan salah satu strategi yang paling efektif dalam membangun portofolio adalah dengan memilih sektor-sektor saham utama yang memiliki potensi pertumbuhan kuat.

Dalam memilih saham untuk investasi, tutur Irwan, sektor dengan kapitalisasi pasar terbesar sering mencerminkan fundamental yang kuat, prospek pertumbuhan jangka panjang, serta minat tinggi dari investor institusi maupun ritel.

Irwan mengatakan dengan sekadar menyimpan uang di bawah bantal atau mendiamkannya di bank tidaklah sangat produktif, namun dengan menginvestasikan pada saham sudah barang tentu lebih menguntungkan, tidak hanya deviden yang diperoleh, namun akan lebih untung untuk jaka panjang jika harga saham teus melonjak.

Dari bukti nyata itu, Irwan kini mulai mengkampanyekan investasi saham lebih menarik, bahkan akan terus mendorong masyarakat untuk mulai melirik investasi saham sebagai instrumen masa depan yang menjanjikan.

​Namun, dia mengingatkan berinvestasi saham, bukan ikut bermain saham dipasar modal dengan membeli maupun melepas saham mengikuti fluktuasi harga saham yang tetntunya ada resiko rugi maupun untung.

Irwan menambahkan tingkat partisipasi investor saham di Indonesia masih relatif rendah. jumlah investor saham di Indonesia dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat sangat jauh. Saat ini, baru sekitar 7,5% atau 21 juta penduduk Indonesia yang berinvestasi di saham. Angka ini jauh tertinggal dari Amerika Serikat yang sudah mencapai 62%.

​”Kalau semua berinvestasi pada saham, pertama itu lebih menguntungkan. Tapi ingat, jangan ‘bermain’ saham, melainkan berinvestasi saham jangka panjang,” tutur Irwan.

​Menurutnya, rendahnya partisipasi ini sebenarnya menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mulai masuk ke pasar modal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan baik.

Irwan berharap dengan berinvestasi saham dapat membantu meningkatkan jumlah investor saham di Indonesia, yang saat ini masih relatif masih sangat rendah.

Perbedaan mendasar antara “bermain” dan “berinvestasi” terletak pada pola pikir dan strategi. Irwan menambahkan, investasi saham memerlukan keseriusan dalam memilih emiten atau perusahaan go public yang memiliki tata kelola yang sehat.

​”Nanti kalau punya uang Rp10 juta, Rp20 juta, hingga Rp100 juta, berinvestasilah pada saham. Itu jauh lebih menguntungkan daripada sekadar disimpan di bank. Tapi kalau Anda bermain saham, nah itu yang tidak betul,” ujar Irwan.

Irwan oun juga mengingatkan pasar modal bukanlah arena perjudian. Berinvestasi di saham berarti menanamkan modal pada bisnis nyata yang produktif dan menjanjikan.

Irwan berharap kampanye investasi saham ini dapat menjangkau lebih banyak orang agar mereka mulai melek literasi keuangan. Dengan beralih dari kebiasaan menabung konvensional ke investasi yang terukur, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan mereka di masa depan.

​”Jangan bermain-main. Serius, berinvestasi itu serius,” tutur Irwan.

Upaya meningkatkan literasi keuangan, tutur Irwan, khususnya investasi saham, akan terus berkembang di Indonesia. Banyaknya media atau platform edukasi saham diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama pemula untuk memahami pasar modal secara lebih sederhana dan mudah diakses.

Irwan menambahkan, pihaknya akan terus mendukung penciptaan investor ritel baru, mengingat investasi saham merupakan salah satu instrumen keuangan yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Instrumen investasi ini mulai banyak digemari pemula, termasuk generasi milenial dan gen z.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *