Irwan Hidayat Dorong Pengembangan Sekolah Berbasis Kesehatan
SEMARANG[NuansaJateng] – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mendorong pengembangan sekolah berbasis kesehatan, sebagai upaya agar lebih berkembang ke depan.
Dia mengatakan Sekolah Tinggi Kesehatan haruslah menjadi sekolah atau institusi yang berbeda dengan lainnya, sebagai upaya agar semakin dikenal dan berkembang ke depannya.
“Jika sama dengan yang lain, tidak ada inovasi bakal sulit berkembang dan justru selalu berjalan stagnan, ujar Irwan saat menjadi keynote speaker dalam Konferensi Internasional ke 6 Stikes Telogorejo Semarang di Auditorium Lantai 4 Jalan Puri Anjasmoro Semarang, Kamis (12/12).
Menurutnya, Stikes Telogorejo Semarang haruslah menjadi sekolah atau institusi yang berbeda dengan lainnya hingga diharapkan dapat sepat berkebang dan semakin dikenal.
Jika sama dengan yang lain, diyakini Irwan akan sulit dan justru selalu berjalan stagnan. Bahkan yang selama ini dilakukan Sido Muncul, dimana produk- produk yang dihasilkan berbeda dengan produk herbal lainnya semakin dikenal di pasaran.
“Semua produk itu baik, tetapi bagaimana selain baik juga ada pembeda dengan yang lainnya. Itu yang perlu dipikirkan, sehingga akan mudah dan cepat dikenal masyarakat,” tutur Irwan.
Menurutnya, Sido Muncul selalu mengembangkan produk berbasis herbal yang teruji klinis, dan telah dilakukan hingga membuktikan produknya semakin cepat dikenal dan digemari masyarakat.
“Pabrik farmasi sukses karena memiliki partner yakni dokter, sedangkan kami para penjual jamu tidak ada, padahal produknya baik. Dari produk yang sebatas berbasis pengalaman namun sulit dijelaskan ilmiah itulah, hingga kami harus melakukan uji klinis untuk produk- produk Sido Muncul,” ujar Irwan.
Dengan demikian, tutur Irwan, produk-produk yang dihasilkan Sido Muncul menjadi lain dari produk pabrik yang lainnya.
Ketika produk itu sudah teruji klinis, akan menjadi lebih laku dan dikenal lebih luas, meskipun sebatas produk alamiah (herbal).
Karenanya, Irwan berharap agar Stikes Telogorejo Semarang dapat berbeda dengan institusi lainnya, meski sama- sama bergerak di bidang kesehatan, tetapi ada sesuatu yang berbeda, sehingga semakin dikenal public
“Kami yakin Stikes Telogorejo Semarang bisa berkembang dan menjadi hebat ke depannya, asalkan ada pembeda, ada yang berbeda di sekolah ini,” tuturnya.
Irwan menyarankan ada beberapa hal yang sekiranya perlu diajarkan di Stikes Telogorejo Semarang, yang sama pula diterapkan selama ini di Sido Muncul. Beberapa di antaranya seperti Stikes Telogorejo mengajarkan peserta didiknya tentang cara merawat tubuh agar terlihat menarik.
Selain itu, mereka dilatih untuk pandai berbicara, belajar bagaimana cara menyenangkan orang lain, hingga para calon tenaga esehatan ini diajari cara bisa menghibur orang lain semisal bernyanyi.
“Jika orang senang, ide-ide yang muncul akan semakin banyak, sehingga kami di pabrik pun para karyawan harus senang, selalu dibuat happy agar tidak mudah stres dan dapat memunculkan beragam ide dalam mengembangkan produk,” ujarnya.
Tidak hanya iru, tutur Irwan, Stikes Telogorejo Semarang diharapkan bisa aktif publikasi, meskipun terlihat sepele, tetapi pengaruhnya cukup besar ke depannya.
Melalui publikasi inilah, institusi ini tak sekadar dikelola secara baik, namun juga semakin banyak pula yang berbondong- bondong mendaftar karena terkenal. Di sisi lain, almamater di institusi tersebut pun semakin bangga.
Irwan menuturkan, saat ini Sido Muncul sedang menyiapkan sekira 60 produk herbal untuk diperkenalkan kepada para dokter hingga apoteker. “Tahun depan kami akan memperkenalkan obat herbal kepada mereka, agar percaya terhadap produk-produk alam yang kami produksi selama ini,” tuturnya.
Dengan harapan ke depan dokter dan apoteker semakin percaya dan dapat dijadikan produk- produk Sido Muncul bisa sebagai alternatif di bidang kesehatan.
