IOCO Judo Kota Semarang Gelar Rapat Evaluasi 2025
SEMARANG[NuansaJateng] – Mendekati penghujung 2025, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Semarang melakukan rapat evaluasi baik dari sisi angaran, manajemen, prestasi dan teknis keolahragaan.
Secara keseluruhan Judo Kota Semarang pada 2025 menyatakan puas terhadap kinerja organisasi dari sisi prestasi dengan mengikuti ajang kompetisi dan kejuaraan.
Ketua Judo Kota Semarang, Dimas Aribowo mengatakan jika dengan anggaran Rp110 juta yang diperoleh dari KONI sudah dimanfaatkan secara maksimal. Mampu mempersembahkan berbagai prestasi.
“Kita di BK Porprov Salatiga juara umum dengan 5 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu. Harapannya nanti di Porprov juara umum juga,” ujarnya, saat Rapat Evaluasi IOCO Judo Kota Semarang, Selasa malam (16/12).
Beberapa event juga diikuti selama 2025 seperti mengikuti Kejurprov antar klub di Temanggung dan Semarang. Mengikuti seminbar kepelatihan dan wasit di Semarang.
Kemudian, dari segi inventaris, Judo Kota Semarang telah memberlanjakan anggaran untuk kebutuhan deker lutut, bahu dan engkel. Dari sisi manajemen organisasi dengan menata klub-klub untuk lebih dalam memahami AD ART PJSI.
“Jadi pada rapat ini kami sosialisasikan AD ART yang mengatur mengenai administrasi baik secara keuangan, kemudian kenaikan tingkat, mengikuti kejuaraan dan lain-lain,” tuturnya.
Judo Kota Semarang melalui dana mandiri dan bantuan dari Provinsi Jateng pada 2025 mengikuti ajang turnamen bergengsi seperti Kejurnas Judo Kasad Cup Jakarta, PON Beladiri Kudus, POPNAS Jakarta dan Kejurnas Judo di Hongkong.
“Hal ini kami puas di 2025 banyak prestasi, banyak juga kerja sama dengan swasta, kemudian orang tua juga senang anak-anak latihan dan hasilnya baik untuk sekolah dan masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, untuk program kerja 2026, IOCO Judo Kota Semaran akan menambah jam terbang dan pengalaman mengikuti Penang Open bulan Maret 2026 di Malaysia. Hal tersebut sebagai ajang try out atlet-atlet PSE.
“Kami akan gelar Kejuaraan Judo antar klub tingkat kota semarang, ikut kejurprov usia dini, gelar seminar kepelatihan dan juri Kata di Vietnam dan ikut Porprov Jateng di Salatiga,” tuturnya.
Tak lupa, regenerasi atlet sebagai estafet prestasi dan bibit atlet diperhatiakan. Dalam satu tahun sekali menggelar kejuaran judo usia dini.
“Bahkan banyak yang atlet-atlet menang di sana kita proyeksikan untuk regenerasi mengganti atlet PSE ini,” tuturnya.
Regenerasi juga diterapkan bagi para atlet pernah juara provinsi atau nasional tidak diperbolehkan ikut kompetisi di kejuaraan tersebut maupun di internal.
“Supaya memang pure betul ada bibit baru. Karena kami punya terget Porprov 2026 juara umum dengan empat medali emas,” ujarnya.
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengapresaisi capaian kinerja Judo Kota Semarang dengan prestasi yang ditorehkan. Rapat evaluasi yang digelar juga sangat bagus.
“Beberapa ioco sudah menerapkan basic organisasi profesional menuju prestasi. Salah satunya Judo. Judo juga menyelenggarakan evaluasi, memaparkan program-program, melaporkan keuangan,” tutur Arnaz.
Arnaz berharap adanya rapat evaluasi Judo ini organisi bisa terus bergerak dan memperbaiki lebih baik lagi dari prestasi sebelumnya.
“Melihat laporan prestasi judo 2025 sangat luar biasa, bahwa sebenarnya intinya itu Ioco Judo ini bisa melakukan regenerasi dan pembinaan prestasi, itu yang paling penting sebenarnya,” ujarnya.
Dengan prestasi dan regenarasi tersebut, Arnaz meyakini Langkah judo pada Porprov Jateng 2026 bisa meraih juara umum.
“Insya Allah Judo saya yakin akan mendapatkan juara umum. Saya meyakini di Porprov nanti,” tuturnya.
