Dukung Ketahanan Pangan, Sido Muncul dan Perhutani Kolaborasi Perkuat Produktivitas Tebu

PURWODADI[NuansaJateng] –  Setelah sukses berkolaborasi dengan Pemda Sukoharjo dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam program Desa Inspirasi Padi (DIPA) dengan menggunakan pupuk organik cair, kini PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui perusahaan afiliasinya PT Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN) terus berinovasi dan merperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

Kali ini, Sido Muncul Pupuk Nusantara menjalin kerja sama strategis dengan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.

Kerja sama ini, sebagai upaya untuk meningkatkan hasil panen (protas) tanaman tebu di kawasan hutan kerja Perhutani.

Kegiatan diawali dengan pengecekan lapangan oleh tim dari PT Sido Muncul Pupuk Nusantara yang dilaksanakan pada Selasa (29/7), di petak rencana tanaman tebu kemitraan antara Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Divisi Regional Jawa Tengah, Kepala Seksi Utama Bidang Agroforestry Divisi Regional Jawa Tengah, Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Purwodadi, Kepala BKPH Tumpuk beserta jajaran, serta perwakilan dari PT Sido Muncul Pupuk Nusantara.

Dari hasil pengecekan tersebut, ditetapkan lokasi demplot uji coba pemupukan tanaman tebu seluas 2,4 hektare di petak 94E-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggil-Anggil, BKPH Tumpuk.

Pemeliharaan tanaman melalui pemupukan akan menggunakan dua jenis pupuk organik produksi PT Sido Muncul Pupuk Nusantara, yaitu pupuk organik cair dan pupuk organik granul. Diharapkan, pemupukan ini dapat memperbaiki kesuburan tanah dan secara signifikan meningkatkan hasil produksi tebu.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi PSDH, Triana Wahyu Widiastuti mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan hutan produksi.

“Perhutani menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara BUMN kehutanan, pihak swasta, dan masyarakat. Dengan pemupukan yang tepat dan ramah lingkungan, kami berharap produktivitas tebu masyarakat hutan meningkat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Sido Muncul Pupuk Nusantara Andika menuturkan, pihaknya siap mendukung budidaya tebu berbasis ramah lingkungan di kawasan hutan.

“Kami siap menyediakan pupuk organik yang telah teruji dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan penyerapan unsur hara, dan ramah bagi ekosistem hutan. Demplot ini akan menjadi contoh penerapan teknologi pemupukan modern dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Sido Muncul Pupuk Nusanta dalam pengembangan produksi pupuk organik cair, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produksi hasil tanam petani di berbagai daerah.

Selain itu, lanjutnya, Sido Muncul Pupuk Nusantara juga berusaha memaksimalkan untuk ikut berkontribusi dalam program pemerintah yaitu ketahanan pangan melalui pembuatan pupuk organik cair dan padat.

“Sebagai bagian dari industri berkelanjutan, kami berfokus pada bahan-bahan organik untuk pembuatan pupuk kami yaitu dengan bahan dasar limbah jamu,” ujarnya.

Respons positif juga datang dari mitra masyarakat. Ketua LMDH Dokoro Hutan Lestari, Ponco Sriyanto menyampaikan pendampingan dan pemupukan organik sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas.

“Kami bersyukur dengan dukungan ini. Semoga dengan metode baru ini hasil panen lebih tinggi dan perekonomian masyarakat desa hutan bisa semakin membaik,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Perhutani dalam memperkuat kemitraan produktif bersama masyarakat, serta mengoptimalkan fungsi hutan sebagai sumber daya berkelanjutan untuk pangan dan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *