Cegah Pernikahan Dini Upaya Wujudkan Keluarga Kokoh dan Kuat
SEMARANG[NuansaJateng] – Pencegahan Pernikahan Dini merupakan salah satu upaya mendasar yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keluarga yang kokoh dan kuat.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag ) RI Prof Kamarudin Amin mengatakan keluarga yang kuat dan kokoh akan melahirkan generasi cerdas yang pada tahap selanjutnya akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Keluarga yang melahirkan SDM cerdas dan berkualitas akan mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Prof Kamarudin Amin saat membuka Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Hotel MG Setos Semarang, Kamis (19/9).
Menurutnya, ada korelasi antara pernikahan dini dengan angka perceraian, dan ada korelasi antara pernikahan dini dengan stunting. Keluarga yang tidak siap sangat berpotensi melahirkan sejumlah persolan keluarga yang kemudian menjadi masalah-masalah kemasyarakatan.
Bahkan, lanjutnya, sangat berpotensi berlanjut pada masalah-masalah nasional yang tentu sangat kontra produktif jika dikaitkan dengan berbagai upaya untuk mewujudkan negara bangsa yang kuat dan maju, yaitu Indonesia Emas 2045.
Dia menambahkan, keluarga yang tidak siap juga berpotensi memicu terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) , bahkan berpotensi memperbanyak kematian ibu dan anak.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng Musta’in Ahmad, mengatakan salah satu bentuk dukungan Kanwil Kemenag Jateng dalam program penurunan angka perkawinan anak adalah bersinergi dengan berbagai instansi yang memberikan pelayanan terhadap kehidupan ibu dan anak.
Instansi – instansi itu, ujarnya diantaranya Dinas Perempuan dan Anak, Dinas Kesehatan dan BKKBN Provinsi Jateng melalui upaya mensukseskan program “Jo Kawin Bocah”.
Seminar Nasional Cegah Kawin Anak diselenggarakan oleh Direktorat KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI dengan menghadirkan narasumber yang kompeten diantaranya Technical Advisor Child Protection & Child Rigsts Governance Bagus Yaugo Wicaksono, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Woro Srihastuti dan Kakanwil Musta’in Ahmad.
Seminar diikuti 1000 peserta secara nasional melalui daring, dan 200 peserta secara luring diantaranya Kepala Kankemenag Kab/Kota, Dharma Wanita Persatuan Jateng, Siswa-siswi MA Swasta, MAN 1 dan 2 Kota Semarang yang terlibat secara langsung dengan tanya jawab.
