Abdul Kadir Ajak Mahasiswa Rebut Peluang Kerja di Luar Negeri
SEMARANG[NuansaJateng] – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) bersama Ikatan Alumni FPIK Undip menggelar Diskusi Publik bertajuk “Peluang Dan Tantangan Bekerja ke Luar Negeri” dengan mengundang narasumber Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kepala BP2MI), H Abdul Kadir Karding SPi MSi.
Acara diskusi publikyang berlangsung di aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Kampus Undip, Tembalang turut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi Prof Dr Adian Fatchur Rochim ST MT dan Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Wijayanto SIP MSi.PhD.
Kegiatan diawali dengan penyambutan meriah oleh mahasiswa FPIK yang melakukan flashmob berupa yel-yel selamat datang dilanjutkan tarian tradisional yakni Tari Semarangan disertai prosesi pengalungan bunga oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FPIK Undip Dr Putut Har Riyadi SPi MSi.
Abdul Kadir Karding dalaam Kabinet Merah Putih 2024 menjabat sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) merupakan salah satu alumni terbaik Jurusan Perikanan FPIK Undip, sekaligus selaku Ketua Umum DPP IKA Undip.
Wakil Rektor IV Undip Wijayanto, mewakili Rektor Universitas Diponegoro mengatakan Universitas Diponegoro sangat bangga alumninya masuk dalam kabinet Merah Putih. Hal ini menunjukkan alumni Undip adalah alumni yang unggul dan mampu bersaing untuk menduduki jabatan strategis di negeri ini.
Mendukung letak Indonesia yang strategis sebagai negara maritim. Terlihat pada berbagai forum, Rektor Undip selalu menyampaikan masa depan Undip ada di laut. “Jadi FPIK ini diharapkan menjadi salah satu lokomotif dan sebagai ciri khas dari UNDIP sesuai arahan dari Menteri RISTEKDIKTI yang baru. Jadi, Rektor UNDIP berkomitmen untuk membangun FPIK Undip. Saat ini Undip punya kampus di Jepara dengan prodi baru yaitu S-1 Teknologi Bisnis Perikanan dan Kelautan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Abdul Kadir menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen-dosen senior FPIK Undip yang telah mengajarkan ilmu selama dirinya menempuh jenjang kuliah S1 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia memastikan semua orang yang berangkat ke luar negeri harus melakukan pelatihan dan tersertifikasi. Dia mencontohkan semisal untuk mahasiswa FPIK Undip, apabila ingin bekerja di kapal perikanan di luar negeri setidaknya harus memiliki Basic Safety Training (BST).
“Kita harus menyiapkan pekerja-pekerja Indonesia untuk punya skill melalui pelatihan. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk magang, yang nantinya tenaga-tenaga ahli tersebut yang akhirnya dapat diberangkatkan ke luar negeri. Sehingga mampu menghasilkan devisa negara,” tutur Abdul Kadir.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menginstruksikan semua orang yang bekerja di luar negeri harus sesuai dengan prosedur sekaligus memastikan prosedur yang tidak rumit dan biaya yang dikeluarkan terjangkau. Selain itu, sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mengupayakan kerja sama di bidang perikanan dan pelayaran.
“Sejauh ini masyarakat paling banyak di Provinsi Jawa Tengah yang telah diberangkatkan ke luar negeri menyentuh angka 6.000 dari total 16.000 orang,” ujjar Abdul Kadir. (rs)
