Kinerja Sido Muncul Kuartal I-2025 Merosot, Laba Anjlok 40,4%
SEMARANG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mencatatkan penurunan kinerja pada Kuartal I-2025. Pendapatan dan laba bersih merosot pada tiga bulan pertama tahun ini.
Namun, manejemen masih optimis prospek bisnis 2025 akan tetap lebih baik dari tahun sebelumnya.
Dirut Sido Muncul David Hidayat mengatakan manajemen Sido Muncul secara konservatif menargetkan pertumbuhan pendapatan maupun laba bakal mengalami kenaikan 10%.
Menurutnya, tidak dipungirki kinerja pada Kuartal I-2025 masih belum menunjukkan kenaikan positif dibanding periode yang sama 2024, mengingat pada awal 2025 terdapat moment bulan Ramadhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan penjualan dan pendapatan.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok 40,34% yoy menjadi Rp 232,94 miliar. Pada Kuartal I-2024, Sido Muncul masih meraup laba Rp390,49 miliar.
Dari margin laba kotor (Gross Profit Margin/GPM), segmen herbal Sido Muncul pada Kuartal I/2025 turun menjadi 61,2% dari Kuartal I-2024 sebesar 71,5%. Ini akibat kenaikan biaya ‘overhead’ dan perlambatan penjualan.
Sebaliknya, GPM segmen makanan dan minuman di Kuartal I-2025 membaik menjadi 45,8% atau naik 400 basis poin yoy, didukung penurunan biaya bahan baku gula sebesar 14,1%.
Namun, tutur David, memasuki Kuartal II-2025 kinerja manajemen kembali bakal meningkat, bahkan optimis hingga Semester I-2025 dipastikan pertumbuhan penjualan dan pendapatan bakal naik 10% dibanding periode yang sama 2024.
David menambahkan, kinerja solid pada 2025 bakal mendorong terjadinya peningkatan volume penjualan, ekspansi pasar yang berkelanjutan, inovasi produk, serta penguatan posisinya sebagai pemimpin industri herbal di Indonesia, meskipun menghadapi tantangan ekonomi makro.
Sido Muncul juga mencatatkan penjualan sebesar Rp789,1 miliar di Kuartal I-2025. Angka itu turun 25,09% secara tahunan (year on year/yoy) dari sebelumnya Rp1,05 triliun.
Merujuk laporan keuangan perusahaan, pendapatan Sido Muncul tercatat sebesar Rp789,11 miliar, turun 25,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,05 triliun.
Tekanan pada pendapatan turut menyeret kinerja laba. Sido Muncul membukukan laba bersih sebesar Rp232,94 miliar, anjlok 40,4% dibandingkan laba bersih Kuartal I-2024 yang tercatat sebesar Rp390,49 miliar.
Di sisi beban, beban pokok penjualan turun 12,1% menjadi Rp 376,66 miliar, dibandingkan Rp428,31 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Beban penjualan dan pemasaran tercatat sebesar Rp93,86 miliar, menurun tipis 0,9% dari Rp94,81 miliar. Namun, beban umum dan administrasi justru naik 10,5% menjadi Rp42,70 miliar, dari sebelumnya Rp38,66 miliar.
Sementara untuk tahun ini, Sido Muncul berupaya terus memperluas jaringan distribusi, meningkatkan penetrasi pasar, dan mempercepat inovasi produk.
“Perusahaan optimis kinerja mencapai pertumbuhan 10% hingga Semester I-2025 dalam penjualan dan laba bersih, dengan memanfaatkan ekuitas merek yang kuat, posisi keuangan yang solid dan komitmen terhadap inovasi,” ujar David, Selasa (6/5).
Sido Muncul juga berada dalam posisi yang kokoh untuk memanfaatkan peluang di pasar herbal dan kesehatan konsumen yang terus berkembang, bahkan awal 2025 penjualan ekpor mulai meningkat pesat.
“Bahkan penjualan ekspor terus naik memasuki Kuartal II-2025 pertumbuhan melejit naik 100%, setelah memiliki Direktur Ekspor Sido Muncul dan distributor yang kuat di Negeria,” tutur David.
Sebelumnya ekspor ke Negara Negeria itu hanya sebesar satu kontainer setiap tahun, namun kini meningkat menjadi tiga kontainer sampai empat kontainer setiap bulan. Bahkan ekspor Malaysia juga terus meningkat melebihi Negeria.
Sementara ekspor ke negara Afrika, Timur Tengah, Filipina, Australia, Amerika, Abu Dhabi Uni Emirat Arab dan negara lainnya juga terus meningkat, meski masih menggunakan traiding.
Bahkan ekspansi pasar ekspor akan terus diperluas. Saat ini, Sido Muncul telah memasarkan produknya ke negara-negara Semenanjung Arab, Economic Community of West African States (ECOWAS) dan kawasan Indochina.
Pada market Indochina, Sido Muncul akan memperluas distribusi ke Kamboja dan Vietnam. Sedangkan pengiriman ekspor perdana ke Vietnam telah dilakukan sejak Semester II-2024.
Sedangkan untuk pasar domestik, Sido Muncul berupaya meningkatkan kualitas saluran distribusi (outlet), meningkatkan dan memperluas penetrasi produk baru, seperti Tolak Angin untuk Batuk, Esemag, Alang Sari Cool RTD, serta langkah penguatan media sosial untuk mendukung kesadaran produk dan merek.
Saat ini Sido Muncul menguasai 72% pasar produk herbal di Indonesia, dengan produk unggulan seperti Tolak Angin, Kuku Bima dan Esemag. Bahkan potensi pasar domestik juga bakal terus digenjot.
