Porprov Jateng 2026 Siap Pertandingkan 57 Cabang Olahraga

SEMARANG[NuansaJateng] – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 yang bakal digelar di Semarang Raya hampir dipastikan mempertandingkan sebanyak 57 Cabang Olahraga (Cabor).

Wakil Ketua Umum II Koni Jateng Soedjatmiko mengatakan dari jumlah 69 cabang olahraga anggota KONI Jateng, 56 yang sudah terverifikasi langsung lolos. Kemudian ada tiga cabang olahraga diberi toleransi untuk melengkapi persyaratan.

“Namun yang memenuhi syarat hanya satu. Jadi total yang akan dipertandingkan pada Porprov sebanyak 57 cabang olahraga,” ujar Soedjatmiko, yang bertikndak sebagai ketua panitia rapot koordinasi (Rakor) Persiapan Porprov Jateng 2026 di Hotel Grasia Semarang, Kamis (13/4).

Dalam Rakor tersebut semua perwakilan 69 cabang olahraga diundang, masing-masing mengirim sebanyak dua utusan. Hadir pula Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, yang sekaligus membuka acara, Wakil Ketua Umum Bambang Rahardjo Munajat, Amir Machmud, Sudarsono, Sekretaris Umum Ahmad Ris Ediyanto, Bendahara Prasetyo Budi Yuwono serta para ketua bidang.

Soedjatmiko menambahkan, dari tiga cabang olahraga yang diberi kesempatan melengkapi persyaratan yakni squash, soft tenis dan softball/baseball, hanya softball/basball yang mampu menyelesaikan persyaratan.

Dalam menentukan cabang olahraga bisa tampil pada Porprov didasarkan pada Peraturan Ketua Umum KONI Jateng No 1 Tahun 2025, yang ditetapkan saat Raker KONI di Surakarta, Desember 2024. Pasal 12 ayat 4: ”Cabang olahraga dapat dipertandingkan/dilombakan pada Porprov, jika memiliki minimal 12 pengkab/pengkot cabang olahraga dan minimal 1 tahun aktif sebelum Pra Porprov.”

”Artinya kalau ada 12 pengkab/pengkot, namun satu di antaranya baru dibentuk, berarti tidak memenuhi syarat satu tahun,” tutur Soedjatmiko.

Beberapa cabang olahraga yang tidak lolos mengajukan pertanyaan seusai dua nara sumber Soedjatmiko dan Mugiyo Hartono (Kabid Litbang KONI Jateng) memberikan paparan yang dipandu moderatro M Fathurachman Bagus.

Sunoto (paramotor), Reza (squash), Tri Nurharsono (soft tenis) dan utusan cabang gantole Susetioko mengajukan pertanyaan dan keberatan.

”Kami langsung tertegun mendengar penjelasan Pak Soedjatmiko bahwa squash tidak lolos, padahal persayaratan sudah lebih 12 pengkab/pengkot,” ujarnya.

Senada Susetioko menuturkan kabupaten atau pengkab/pengkot memiliki alat dengan membeli barang baru, sayang mereka kalau tidak main di Porprov.

Atas pertanyaan tersebut, Soedjatmiko menyebut cabang-cabang olahraga yang tidak dimainkan pada Porprov bisa menggelar Kejurprov.

“Tidak ada alasan tidak Porprov, kemudian pembinaan akan mati. Pembinaan jalan terus,” tuturnya.

Sementara Mugiyo Hartono mengupas beberapa pasal dari Peraturan Ketua Umum KONI Jateng Nomor 1 Tahun 2025, antara lain Pasal 12 ayat 5 disebutkan, ”Nomor pertandingan/lomba pada Porprov dapat dipertandingkan/dilombakan, jika diikuti minimal 5 daerah kab/kota yang berbeda.”

Kemudian ayat 6: ”Prioritas cabang olahraga dan nomor pertandingan/perlombaan pada Porprov merujuk pada nomor-nomor yang dipertandingkan/dilombakan pada PON sebelumnya, SEA Games, Asian Games dan Olympic Games.”

Mugiyo menambahkan, dari ayat-ayat pasal 12 tentang pertandingan, maka jika suatu nomor diikuti minimal 5 daerah, maka diperebutkan emas, perak dan perunggu.

“Sedangkan bila diikuti empat daerah hanya memperebutkan emas dan perak, serta tiga daerah hanya akan memperebutkan medali emas,” ujarnya.

Dalam sesi kedua Rakor, dilanjutkan dengan desk cabang olahraga. Disediakan empat desk yang diampu pengurus KONI. Masing-masing cabang olahraga bergantian memaparkan nomor-nomor yang akan dipertandingkan, Technical Delegate dan pelaksanaan babak kualifikasi Porprov.

”Disarankan nama Techncical Delegate satu orang antara babak kualifikasi dan pelaksanaan Porprov,” ujar Soedjatmiko.

Ketua KONI JAteng, Bona Ventura dalam sambutannya menyatakan tujuan akhir dari Porprov adalah meningkatkan prestasi Jawa Tengah pada PON XXII 2028 di NTB – NTT.

”Sebagai catatan, kita bersyukur Jateng mampu merebut 71 emas pada POPN XXI lalu. Memang untuk 2028, hanya akan dipertandingkan sekitar 40-an cabang olahraga dibanding Aceh-Sumut 60. Jadi kita harapkan bisa dipertahankan kualitasnya,” tuturnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *