KONI Jateng Siapkan Tim Jaring Saring Musorprov

SEMARANG[NuansaJateng] – Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2025, KONI Jawa Tengah menegaskan peran penting Tim Jaring Saring dalam menyiapkan arah kepemimpinan organisasi empat tahun mendatang.

Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana mengatakan langkah pembentukan dan kerja Tim Jaring Saring tidak terlepas dari regulasi pusat.

Menurutnya, kebijakan baru di tingkat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus menjadi acuan, termasuk dalam mekanisme pemilihan ketua.

“Ada Permenpora 14/2024 yang mengatur dengan melibatkan unsur KONI Pusat dan Kemenpora. Dari 12 personel, ada yang berasal dari Jawa Tengah,” ujarpnya dalam forum yang digelar di ruang rapat KONI Jateng, Rabu (10/9).

Bona menambahkan, meski pelaksanaan aturan tersebut berpotensi ditunda, KONI Jateng memilih untuk bersiap lebih awal agar tidak tertinggal.

Tim Jaring Saring, lanjutnya, bekerja untuk memastikan proses tetap berjalan sesuai koridor dan tidak kehilangan momentum.

“Tim Jaring Saring Ketua ini tentu harus menyesuaikan irama Permenpora itu. Forum sudah bekerja, dan progresnya dipersiapkan. Ada 400 personel yang kami undang. Prestasi Jawa Tengah di PON terakhir menjadi bukti bahwa kita bisa lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Musorprov 2025, Soedjatmiko menuturkan, seluruh proses persiapan sudah dilaksanakan mulai dari pleno, penyusunan keputusan hingga pembagian tugas kepada panitia pelaksana.

“Peserta yang diundang ada 110, terdiri dari 69 pengprov cabang olahraga, enam badan fungsional, serta 35 KONI kabupaten/kota. Masing-masing tiga orang perwakilan,” ujarnya.

Musorprov dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2025, meski tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan sesuai kondisi nasional.

Panitia, tutur Soedjatmiko, menyiapkan semua skenario agar kegiatan bisa berjalan lancar.

“Kalau Permenpora sudah berlaku, teknis akan jauh lebih rumit. Makanya kita rencanakan lebih awal. Tapi jika harus mundur, panitia tetap siap,” tutur Soedjatmiko.

Dia menambahkan, ketidakpastian di tingkat pusat membuat KONI Jateng harus menyeimbangkan langkah.

Tarik ulur yang terjadi dalam Rakernas terakhir, dengan perbedaan sikap antara dua komisi, menjadi faktor yang membayangi proses daerah.

“Kami masih harap-harap cemas. Namun sembari menunggu, roda organisasi tetap berjalan. Panitia Musorprov tidak akan berhenti bekerja,” ujarnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *