Ita Sambut Baik Pembangunan Properti Sido Muncud di Kawasan Klipang

SEMARANG[NuansaJateng]  – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bakal merealisasikan rencana pembangunan perumahan dan apartemen, sekaligus untuk melengkapi pembangunan Tentrem Sport Center di kawasan Klipang Semarang.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan pembangunan properti itu akan direalisasikan melalui PT Daya Cipta Tiara, yang merupakan bagian dari grup keluarga Sido Muncul.

Proyek itu, lanjutnya, akan dibangun di atas lahan seluas 51 hektare. Selain perumahan dan apartemen juga akan dibangun pengembangan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Telogorejo menjadi universitas yang telah resmi membeli tanah seluas 46.116 m².

Menurutnya, investasi awal yang akan dilakukan mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, saluran air, dan kavling perumahan. Bahkan saat ini proses perencanaan proyek tersebut sedang berlangsung.

“Kami sudah siapkan terkait arsitektur, planingnya sudah jadi, karena yang lama adalah desainnya. Nanti kami ajukan ke Pemkot (Semarang) untuk di-review dinas terkait,” ujar Irwan di sela kegiatan pemberkatan Tentrem Residence: Housing & Apartment di lahan kawasan Klipang, Selasa (17/12).

Irwan yang juga sebagai Direktur PT Daya Cipta Tiara menuturkan, proyek properti ini merupakan langkah awal bagi grup keluarga Sido Muncul dalam usaha di bidang real estate.

Irwan memiliki misi untuk meningkatkan nilai tambah kawasan tersebut dan memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar hingga diharapkan juga menumbuhkan pergerakan ekonomi sekitarnya.

“Kami ingin membuat keberadaan kami di kawasan Klipang bisa meningkatkan nilai tambah sekitar menjadi lebih baik. Kalau itu berhasil, jadi bagus,” tutur Irwan.

Tidak hanya itu, di kawasan Klipang Sido Muncul juga bakal membangun fasilitas berbagai sarana olahraga di antaranya Tentrem Sport Center, Tentrem Tenis Academi, Tentrem Sport Hotel.

Tentrem Sport Center akan dilengkapi delapan lapangan tenis hardcourt indoor, empat lapangan tenis gravel indoor, enam lapangan tenis hardcourt outdoor, satu stadium tenis dengan kapasitas 2.300 penonton yang dilengkapi fasilitas Gym yang lengkap untuk olah raga tenis dan driving range 52 bay.

Menurutnya, Semarang bisa jadi center kegiatan tenis Indonesia. Stadium yang ada juga bisa digunakan untuk turnamen badminton, basket, juga konser musik bertaraf nasional dan internasional.

“Desainnya sudah ada, nanti ada 17 lapangan tenis dan berbagai fasilitas olahraga lainnya, yang akan terintegrasi dengan kawasan museum, perumahan, hotel dan apartemen. Harapannya nanti bisa menambah daya tarik masyarakat atau wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke Kota Semarang,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan, pembangunan properti dan Tentrem Sport Center ini akan memberikan kontribusi PAD dari pembayaran pajak PPN, operasional apartemen, mall sarana olahraga, hiburan dan lainya, baik berupa PPN, PPh, maupun pajak bumi dan bangunan (PBB) yang diperkirakan akan menyumbang kontribusi pajak cukup besar kepada Pemerintah Kota Semarang.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, menyambut inisiatif tersebut, mengingat pengembangan perumahan yang terintegrasi sangat penting, terlebih lagi di wilayah Semarang Bagian Timur

“Saat ini mungkin banyak perumahan, tetapi tidak terintegrasi. Tentunya dengan adanya Tentrem Residence ini bisa memberikan nilai tambah atau value tinggi terhadap wilayah Sendangmulyo,” tutur Ita panggilan akrab wali kota.

Menurutnya, wilayah timur Semarang yang masih tertinggal dalam hal perkembangan dibandingkan kawasan-kawasan di pusat Kota Semarang.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan infrastruktur dan aksesibilitas di kawasan tersebut dapat setara dengan wilayah lain.

“Kita tahu pengembangan kota banyaknya di tengah kota atau wilayah selatan, wilayah barat, atau mungkin atas, tetapi wilayah timur ini tertinggal dengan kondisi perkembangan yang ada di wilayah lainnya. Tentunya ini sangat apresiasi wilayah ini menjadi wilayah yang bagus,” ujarnya.

Ita mengatakan kondisi itu menjadi PR bagi Pemkot Semarang bagaimana jalan masuknya dari wilayah lain, sehingga yang pertama tentunya akan menjadi terintegrasi. Kedua penataan terkait drainase harus dijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *