Sido Muncul Bakal Perluas Gerai Sehat di Sejumlah Rumah Sakit
JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk semakin agresif menjalin kolaborasi dengan sejumlah rumah sakit untuk menghadirkan Kios Sehat Sido Muncul Natural, sebagai upaya memberikan jamu sebagai pengobatan alternatif kepada masyarakat.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan Kios Sehat Sido Muncul Natural itu untuk mengenalkan jamu dan obat herbal modern sebagai alternatif pengobatan. Perkenalan tersebut direalisasikan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit.
Menurutnya, jamu sebagai pengobatan alternatif dan sebagai pendamping obat terhadap pasien rumah sakit, sehingga pendirian Kios Sehat Sido Muncul Natural di sejumlah sakit bakal diperbanyak dan diperluas.
“Dengan menggandeng rumah sakit, kami targetkan Kios Sehat Sido Muncul Natural itu bisa berdiri di seluruh rumah sakit di Indonesia. Ke depan setidaknya 2.000 Kios Sehat Sido Muncul Natural telah disiapkan,” ujar Irwan seusai meresmikan Geri Sehat Sido Muncul di RS Ukrida, Jakarta Sabtu (30/11).
Kehadiran Kios Sehat Sido Muncul ini merupakan wujud inovasi yang bertujuan untuk memperkenalkan obat herbal kepada masyarakat.
Irwan menambahkan, Gerai Sehat Sido Muncul merupakan wujud terobosan untuk mendukung pasien mendapatkan kesembuhan.
“Ini sebagai terobosan untuk masuk ke rumah sakit secara formal. Kami masuk supaya pasien bisa menentukan alternatif pengobatannya sendiri. Produk-produk yang hadir di gerai juga sudah melewati berbagai tahapan penelitian, serta kualitas produksinya terus dijaga sesuai dengan standar yang berlaku sehingga bisa masuk ke rumah sakit,” tutur Irwan.
Gerai Sehat Sido Muncul di RS UKRIDA Jakarta merupakan bentuk kerja sama ke-7 antara rumah sakit dan Sido Muncul. Sebelumnya, Sido Muncul telah melakukan dengan sejumlah rumah sakit lain, di antaranya RS Panti Wilasa Semarang, RSUD Bung Karno Solo, RS Banyumanik Semarang, RSUD Bali Mandara, RS Ari Canti Ubud Gianyar Bali dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
“Dengan adanya kerja sama yang dilakukan, harapannya obat herbal bisa menjadi pendamping atau pendukung layanan kesehatan formal,” ujar Irwan.
Kios Sehat Sido Muncul Natural menyediakan sedikitnya 50 jenis jamu food suplemen berupa kapsul dan soft jell, bahkan ke depan bakal ditambah dengan berbagai jenis obat herbal modern produk Sido Muncul.
Irwan menambahkan, di dalam Kios Sehat disediakan produk Sido Muncul khususnya produk yang berbentuk kapsul dan soft jell dan produk tersebut hanya beredar di pasar-pasar tertentu.
“Produk yang kita siapkan di Kios Sehat adalah produk yang sangat berkualitas dan hanya dipasarkan di tempat-tempat tertentu,” tutur Irwan.
Selain mendirikan Kios Sehat, Sido Muncul juga menggandeng para ahli obat tradisional untuk mengembangkan pusat pengolahan pasca panen tanaman obat di Indonesia.
“Dengan kerja sama ini, pengobatan dari obat alami dan herbal, Indonesia jadi lebih hebat,” ujarnya.
Irwan menuturkan, untuk mencapai target pendirian Kios Sehat Sido Muncul Natural di seluruh rumah sakit di Indonesia, kini Sido Muncul tengah berproses kerja sama dengan pihak terkait dan rumah sakit di Indonesia.
“Proses kerja sama sedang kita bangun, targetnya Kios Sehat Sido Muncul bisa merata ada di seluruh rumah sakit di Indonesia,” tutur Irwan.
Menurut Irwan, Sido Muncul didukung oleh praktisi kesehatan yang sudah menjadi partner research and development selama 15 tahun dalam mengembangkan berbagai produknya.
Irwan menambahkan, kerja sama ini ditujukan agar pengobatan dari obat alami dan herbal Indonesia jadi lebih hebat. Nantinya tidak menutup kemungkinan ada kesempatan pertukaran ilmu dan pelajaran antara tim Sido Muncul, sejumlah rumah sakit dan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO), sebagai upaya ke depan perkembangan obat/pengobatan herbal akan semakin hebat bisa terwujud.
“Karena semua yang tradisional itu baik, tapi kalau dijelaskan secara ilmiah itu akan membuat meyakinkan para masyarakat yang sekarang lebih modern dan informasinya juga banyak. Harapan saya kerja sama ini bisa berjalan baik, tentang obat-obatan tanaman herbal ini bisa lebih maju, memasyarakatkan dan bisa meluas ke dunia,” ujar Irwan.
Irwan berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan obat-obatan herbal bisa lebih maju, diterima masyarakat, dan meluas ke dunia.
Sementarav itu, Sekjen PB IDI Dr Ulul Albab Sp OG mengatakan IDI sudah melakukan sosialisasi kepada para dokter bahwa obat herbal menjadi penting bagi bangsa.
“Jadi yang pertama kita bicara tentang kepentingan negara. Artinya negara sudah menempatkan untuk disiapkan obat-obat alam ini. Jamu adalah salah satu kekayaan alam yang perlu didukung. Dengan regulasi yang saat ini, artinya negara sudah punya concern. Hal ini yang seharusnya didorong sebagai bagian kearifan lokal dan untuk ketahanan kesehatan Indonesia,” tutur Ulul.
