Musim Hujan, Penjualan Tolak Angin Sido Muncul Naik

SEMARANG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mencatat  penjualan salah satu produknya Tolak Angin mengalami peningkatan memasuki musim penghujan akhir tahun ini.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan penjualan Tolak Angin cenderung meningkat dan prospek bisnis Sido Muncul terlihat semakin menjanjikan memasuki Semester II-2024 di musim penghujan.

Selama ini produk herbal masih menjadi penopang terbesar kinerja Sido Muncul. Pada semester I-2024 lalu, kontribusi penjualan didominasi oleh produk herbal dan suplemen sebesar Rp1,14 triliun, naik 11% yoy, kemudian divisi makanan dan minuman Rp717 miliar naik 20% yoy dan farmasi sebesar Rp66 miliar naik 20% yoy.

Dengan margin laba kotor tertinggi di antara produk lainnya, segmen obat herbal dan suplemen yang mencakup Tolak Angin, diperkirakan akan terus membukukan pertumbuhan signifikan.

Tahun ini, tutur David, Sido Muncul menargetkan penjualan dan laba bersih tumbuh 10%, mengingat sepanjang 2023 perusahaan berhasil mencatat pendapatan senilai Rp3,56 triliun dan laba bersih di angka Rp950,64 miliar.

“Kami tetap optimis untuk mencapai target bias terlampaui dari yang telah kami tetapkan hingga akhir tahun,” ujar David tanpa menyebut besaran kenaikan penjualan Tolak Angin, Selasa (22/10).

David menuturkan, untuk mencapai target yang ditetapkan, Sido Muncul berencana lebih serius menggarap pasar ke negara ekspor baru seperti Vietnam. Selain memperluas negara tujuan ekspor.

Di sisi lain, Sido Muncul juga terus berinovasi dalam hal distribusi sehingga memperluas jangkauan produk Tolak Angin. Sejak Mei dan Juli 2024, Sido Muncul mulai mendistribusikan produknya langsung ke gerai Alfamart dan Indomaret.

Sido Muncul juga mendorong produk-produk barunya bisa masuk pasar ekspor salah satunya produk permen. Perseroan juga akan terus memperkuat kesadaran dan distribusi produk, terutama ke di beberapa negara fokus ekspor.

Sementara terkait pengembangan produk baru, tutur David, perusahaan masih mengembangkan beberapa produk atau varian baru.

“Perusahaan masih menunggu waktu yang tepat untuk meluncurkan produk baru ini. Tahun ini, Sido Mjncul menargetkan penjualan dan laba bersih tumbuh 10%,” tutur David.

Hingga akhir Juni lalu, Sido Muncul telah menyerap anggaran belanja modal sebesar Rp 27 miliar dari total anggaran capex 2024 sebesar Rp150 miliar-Rp 200 miliar.

“Penggunaan capex kami saat ini difokuskan pada berbagai pemeliharaan aset yang mendukung operasional perusahaan. Kami belum dapat sebutkan angka spesifiknya hingga terbitnya laporan keuangan kuartal III-2024,” ujar David.

Hingga Semester I-2024, Sido Muncul mencatat penjualan sebesar Rp 1,89 triliun. Capaian tersebut tumbuh 14,7% secara year on year (yoy) dari Rp1,65 triliun di periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp608 miliar pada Semester I- 2024, naik 36% yoy dari Rp448 miliar pada Semester I-2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *