RUPST 2026 Sepakat Mengangkat Irwan Hidayat Jadi Dirut Sido Muncul
UNGARAN[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), produsen jamu terbesar di Indonesia, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Pendopo Agrowisata Sido Muncul Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4).
RUPST selain menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp441,5 miliar atau Rp15 per saham untuk tahun buku 2025, juga menyetujui perubahan susunan Jajaran Direksi Perseroan.
Pada RUPST kali ini, perseroan mengangkat Dr (HC) Irwan Hidayat menjadi Direktur Utama (Dirut) Sido Muncul, menggantikan Dirut Sebelumnya David Hiadayat.
Untuk diketahui, sebelumnya, Irwan Hidayat telah menduduki posisi Direktur Utama Sido Muncul pada 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016 lalu. Kemudian, posisi tersebut digantikan oleh Jonatha Sofjan Hidajat selama 2016-2018, selanjutnya posisi Dirut Sido Muncul digantikan David Hidayat pada periode 2018 dan berakhir 2026.
Keduanya mulai menjabat sejak penutupan rapat tanpa mengubah masa jabatan sesuai Anggaran Dasar Perseroan.
Berikut susunan lengkap Direksi Sido Muncul:
Direktur Utama: Dr (HC) Irwan Hidayat
Direktur: David Hidayat
Direktur: Maria Reviani
Direktur: Budiyanto
Direktur: Darmadji Sidik
Sedangkan susunan Dewan Komisaris Perseroan tidak mengalami perubahan dan tetap seperti sediakala dengan susunan sebagai berikut :
Komisaris Utama : Jonatha Sofjan Hidajat
Komisaris : Johan Hidayat
Komisaris : Sigit Hartojo Hadi Santoso
Komisaris : Dra Venancia Sri Indrijati Wijono
Komisaris Independen : Lindawati Gani
Komisaris Independen : Dokter Mohammad Adib Khumaidi
Perubahan susunan Jajaran Direksi Perseroan diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaiknya untuk peningkatan kinerja Perseroan serta menyukseskan langkah transformasi Sido Muncul ke depan.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp441,5 miliar atau Rp15 per saham untuk tahun buku 2025. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim Rp647,6 miliar.
Dengan demikian, total dividen yang dibagikan mencapai Rp1,1 triliun atau setara 90% dari laba bersih perusahaan, mencerminkan komitmen kuat Sido Muncul dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Kinerja Tetap Solid
Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan sepanjang 2025, Sido Muncul mencatatkan kinerja positif dengan penjualan Rp4,08 triliun (tumbuh 4% YoY), Laba bersih Rp1,23 triliun, Marjin operasi 38%.
“Fundamental keuangan tetap kuat, didukung efisiensi operasional dan strategi bisnis yang adaptif di tengah tekanan ekonomi,” ujar Irwan disela RUPST.
Irwan menambahkan, dari sisi ekspansi, pasar internasional menjadi fokus utama. Penjualan ekspor tumbuh 31% dengan kontribusi 9% terhadap total penjualan, terutama dari pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
“Manajemen optimistis, pengembangan pasar ekspor, peluncuran produk suplemen baru, serta efisiensi operasional akan menjadi kunci pertumbuhan ke depan. Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan tanpa utang sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian,” tuturnya.
Menurut Irwan, selain kinerja bisnis, Sido Muncul juga terus memperkuat komitmen pada aspek keberlanjutan melalui Pengembangan desa herbal, Pemberdayaan petani dan Penguatan rantai pasok lokal
“Dengan susunan manajemen baru dan strategi yang terarah, Sido Muncul optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham,” ujar Irwan.
Sepanjang 2025, Sido Muncul membukukan penjualan sebesar Rp4,08 triliun, meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih mencapai Rp1,23 triliun. Kinerja ini dicapai di tengah konsumsi masyarakat yang masih cenderung selektif, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika harga bahan baku.
Meski demikian, Sido Muncul tetap mampu menjaga profitabilitas dengan marjin operasi sebesar 38%, dan marjin bersih sebesar 30%. Kontribusi pasar ekspor terus menunjukkan perkembangan positif. Penjualan ekspor tumbuh 31%, dengan kontribusi mencapai 9% dari total penjualan, terutama dari pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa produk herbal semakin relevan di pasar berkembang dengan karakteristik kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia.
Memasuki 2026, Sido Muncul memandang prospek tetap konstruktif seiring stabilisasi daya beli domestik, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta peluang ekspansi internasional yang terus berkembang.
